Pelaksana tugas (Plt) Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya resmi diganti. Jabatan yang sebelumnya diemban rektor petahana Prof Akh. Muzakki kini diserahkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof Suyitno.
Pergantian tersebut diumumkan melalui akun media sosial resmi UINSA. Dalam unggahannya, UINSA menyampaikan apresiasi kepada Prof Akh. Muzakki sekaligus mengucapkan selamat bertugas kepada Prof Suyitno sebagai Plt Rektor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terima Kasih atas dedikasi dan pengabdian Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D (Rektor & Plt Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Periode 2022-2026) & Selamat Bertugas Prof. Dr. Suyitno, M.Ag. (Dirjen Pendis Kemenag R PIt. Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Tahun 2026," tulis caption UINSA.
Ketua Tim Kerja Kehumasan UINSA Retno Indriati membenarkan adanya pergantian tersebut. Ia menyebut pengangkatan Prof Suyitno sebagai Plt Rektor merupakan keputusan Menteri Agama.
"Keputusan Menteri Agama per tanggal 15 Juli 2026," kata Retno kepada detikJatim, Jumat (17/7/2026).
Baca juga: Mahasiswa UINSA Surabaya Demo Soroti Rektor |
Sebelumnya, penunjukan Prof Muzakki sebagai Plt Rektor sempat menjadi sorotan mahasiswa. Dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu, mahasiswa menilai rektor petahana tidak semestinya merangkap sebagai Plt Rektor.
Wakil Presiden Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, Fadlurrakhman Fazle Purwardana sebelumnya menyayangkan Prof Muzakki yang menjabat, ternyata memiliki kecenderungan politik. Menurutnya, seharusnya Plt Rektor baru bisa menjabat ketika adanya kekosongan jabatan atau kekuasaan.
"Namun nyatanya per tanggal 26 Mei sebelum SK Rektor ini berakhir, Menteri Agama ini sudah mengeluarkan SK Keputusan yang seharusnya itu bukan SK, tapi surat tugas untuk menjabat sebagai Plt Rektor. Dan ternyata, kalau kita mengacu di PMA Nomor 17 Tahun 2021 pasal 12, yang berhak menjabat Plt Rektor itu pejabat lain selain pejabat petahana. Mantan rektor hanya boleh diperpanjang masa jabatannya, bukan menjadi Plt. Mungkin itu output yang kita inginkan," pungkasnya.
