Tidak semua destinasi wisata menawarkan pemandangan alam sekaligus kisah tentang bagaimana bumi berevolusi selama jutaan tahun. Itulah yang membuat Geopark Bojonegoro berbeda.
Kawasan ini bukan hanya menyimpan bentang geologi yang unik, tetapi juga menjadi saksi perjalanan panjang terbentuknya cadangan minyak bumi, budaya masyarakat penambang tradisional, hingga keanekaragaman hayati yang masih lestari.
Keistimewaan Geopark Bojonegoro semakin menarik karena menjadi satu-satunya geopark di Indonesia yang mengusung tema The Unique Petroleum System on Land atau sistem perminyakan darat yang unik.
Di sini, pengunjung dapat melihat sumur minyak tradisional yang masih beroperasi sejak era kolonial, fenomena geologi yang langka, hingga berbagai destinasi edukasi yang menjadikan Bojonegoro sebagai salah satu kawasan geopark paling unik di Indonesia.
Apa Itu Geopark Bojonegoro?
Geopark Bojonegoro merupakan kawasan taman bumi yang membentang di Bojonegoro. Kawasan ini menggabungkan tiga unsur utama geopark, yakni warisan geologi (geoheritage), warisan budaya (cultural heritage), dan keanekaragaman hayati (biodiversity) dalam satu kesatuan yang dikelola secara berkelanjutan.
Status sebagai Geopark Nasional menjadikan kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat edukasi, konservasi, penelitian, sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Keunikan tersebut membuat Geopark Bojonegoro terus dikembangkan untuk memperkuat posisinya sebagai kandidat UNESCO Global Geopark (UGGp).
Berbeda dengan sebagian besar geopark di Indonesia yang mengangkat warisan gunung api, karst, atau bentang alam pegunungan, Geopark Bojonegoro justru menampilkan kekayaan sistem perminyakan darat yang terbentuk akibat proses geologi selama jutaan tahun.
Tema besar The Unique Petroleum System on Land menjadi identitas utama kawasan ini karena memperlihatkan hubungan antara proses pembentukan minyak bumi, aktivitas tektonik, hingga kehidupan masyarakat yang telah memanfaatkan sumber daya tersebut secara turun-temurun.
Salah satu ikon yang paling dikenal adalah Petroleum Geoheritage Wonocolo di Kecamatan Kedewan. Kawasan ini populer dengan sebutan Little Texas Indonesia karena memiliki ratusan sumur minyak tradisional yang masih aktif serta lanskap perbukitan yang dipenuhi rig kayu khas penambangan minyak tradisional.
Profil Geopark Bojonegoro
Berdasarkan informasi resmi Badan Pengelola Geopark Bojonegoro, kawasan ini merupakan bukti hidup dari evolusi tektonik Bumi yang berlangsung selama jutaan tahun.
Setiap lapisan batuan, lipatan geologi, hingga rembesan minyak bumi menjadi catatan sejarah alam yang memperlihatkan bagaimana proses pembentukan Pulau Jawa berlangsung dari masa ke masa.
Geopark Bojonegoro mengusung visi untuk menjadi destinasi geowisata kelas dunia yang mampu menjaga warisan geologi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan yang berkelanjutan.
Karena itu, pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada konservasi batuan atau bentang alam, tetapi juga menjaga budaya masyarakat, mengembangkan penelitian ilmiah, serta membuka peluang ekonomi melalui sektor pariwisata.
Konsep tersebut sejalan dengan prinsip geopark dunia yang menempatkan manusia sebagai bagian penting dari upaya pelestarian alam. Geopark Bojonegoro tidak hanya menyajikan panorama geologi, tetapi memperlihatkan bagaimana masyarakat hidup berdampingan dengan sumber daya alam selama lebih dari satu abad.
Zona Rembang, Jejak Sejarah Perminyakan
Zona Rembang menjadi salah satu kawasan paling penting di Geopark Bojonegoro karena menyimpan jejak terbentuknya sistem perminyakan darat yang menjadi tema utama geopark ini.
Berada di bagian utara Kabupaten Bojonegoro, kawasan ini berkembang selama jutaan tahun melalui proses geologi yang menghasilkan lapisan batuan sedimen dan karbonat, sehingga menjadi lokasi penting dalam sejarah pembentukan minyak bumi di Indonesia.
Keunikan terbesar Zona Rembang terletak di kawasan Petroleum Geoheritage Wonocolo, Kecamatan Kedewan. Kawasan ini dikenal sebagai Little Texas Indonesia karena memiliki ratusan sumur minyak tradisional yang masih beroperasi hingga kini.
Sumur-sumur tersebut pertama kali dibor pada 1894 oleh Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM), anak perusahaan Royal Dutch Shell, dan hingga sekarang masih dikelola masyarakat menggunakan rig kayu jati serta teknik penambangan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain menjadi saksi sejarah industri perminyakan Indonesia, Zona Rembang memiliki bentang alam yang khas. Perbukitan di sekitar Antiklin Kawengan dipenuhi rig kayu tradisional di antara hamparan bukit, menciptakan panorama unik yang sulit ditemukan di daerah lain dan menjadi salah satu ikon wisata Geopark Bojonegoro.
Kawasan ini juga menyimpan Formasi Bulu di Desa Beji, Kecamatan Kedewan, yang merupakan batuan tertua di Bojonegoro. Batuan berusia sekitar 12-16 juta tahun tersebut menjadi bukti penting perjalanan geologi Bojonegoro sekaligus membantu para peneliti memahami proses terbentuknya sistem perminyakan yang kini menjadi identitas Geopark Bojonegoro.
Zona Randublatung
Jika Zona Rembang dikenal sebagai kawasan warisan perminyakan, Zona Randublatung menawarkan kekayaan geologi yang berpadu dengan sejarah alam dan kehidupan masyarakat.
Berada di antara Zona Rembang dan Zona Kendeng, kawasan ini berperan penting dalam terbentuknya sistem perminyakan Geopark Bojonegoro sekaligus menjadi rumah bagi sejumlah fenomena alam yang unik.
Salah satu destinasi paling ikonik di zona ini adalah Kayangan Api di Kecamatan Ngasem. Geosite ini menampilkan api abadi dari rembesan gas bumi alami dan telah menyala selama ratusan tahun. Fenomena langka tersebut menjadikan Kayangan Api sebagai salah satu objek wisata unggulan sekaligus simbol Geopark Bojonegoro.
Zona Randublatung juga menyimpan jejak kehidupan purba melalui penemuan fosil Elephas hysudrindicus di Kecamatan Ngraho.
Fosil gajah purba yang diperkirakan hidup sekitar 100.000 hingga 200.000 tahun lalu itu menjadi spesimen acuan dunia untuk penelitian evolusi gajah Asia sekaligus membuktikan bahwa wilayah Bojonegoro pernah menjadi jalur migrasi satwa purba.
Tak hanya menyuguhkan warisan geologi, kawasan ini juga memperlihatkan bagaimana masyarakat hidup berdampingan dengan alam.
Salah satunya melalui Agrowisata Belimbing Ngringinrejo di Kecamatan Kalitidu yang berkembang dari upaya warga beradaptasi terhadap banjir tahunan Bengawan Solo. Kini, kawasan tersebut menjadi contoh keberhasilan pengelolaan lingkungan yang sekaligus mendukung perekonomian masyarakat.
Zona Kendeng, Laboratorium Alam
Di bagian selatan Geopark Bojonegoro, terdapat Zona Kendeng yang menawarkan lanskap perbukitan dengan cerita panjang tentang terbentuknya Pulau Jawa.
Kawasan ini terbentuk akibat pergerakan lempeng bumi jutaan tahun lalu, sehingga menghadirkan beragam bentang alam yang kini menjadi lokasi penting untuk mempelajari sejarah geologi.
Salah satu daya tarik Zona Kendeng adalah Anggota Atas Angin, titik pandang di ketinggian sekitar 360 meter di atas permukaan laut.
Dari lokasi ini, pengunjung dapat menikmati panorama perbukitan Bojonegoro Selatan dengan latar Gunung Pandan dan Bukit Lawang yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.
Zona Kendeng juga memiliki Kedung Lantung di Kecamatan Sugihwaras yang memperlihatkan fenomena rembesan minyak bumi alami. Keberadaan rembesan minyak ini menjadi salah satu bukti bahwa proses pembentukan minyak bumi di Bojonegoro masih dapat diamati secara langsung di alam.
Tak hanya itu, kawasan ini juga menjadi habitat anggrek langka Dendrobium capra yang tumbuh pada pohon jati tua di Hutan Jati Gondang. Keberadaan flora endemik tersebut semakin memperkaya nilai Geopark Bojonegoro sebagai kawasan yang memadukan warisan geologi dengan keanekaragaman hayati.
Mengapa Geopark Bojonegoro Layak Dikunjungi?
Geopark Bojonegoro menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dibandingkan destinasi lain di Jawa Timur. Dalam satu kawasan, pengunjung dapat menemukan jejak sejarah bumi, warisan industri perminyakan, fenomena alam yang langka, hingga kekayaan hayati yang masih terjaga.
Mulai dari deretan sumur minyak tradisional di Wonocolo yang dijuluki Little Texas Indonesia, api abadi Kayangan Api, fosil gajah purba, hingga panorama perbukitan di Zona Kendeng, setiap destinasi memiliki cerita yang saling terhubung tentang perjalanan panjang terbentuknya Kabupaten Bojonegoro.
Konsep geopark yang menggabungkan geoheritage, biodiversity, dan cultural heritage juga membuat perjalanan ke Geopark Bojonegoro bukan sekadar menikmati pemandangan, tetapi sekaligus mengenal sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat yang tumbuh berdampingan dengan alam selama ratusan tahun. Pengalaman inilah yang menjadikan Geopark Bojonegoro sebagai salah satu destinasi geowisata paling unik di Indonesia.
detikers yang ingin merasakan wisata dengan pengalaman berbeda, Geopark Bojonegoro bisa menjadi destinasi yang patut masuk dalam daftar kunjungan saat menjelajahi Jawa Timur.
Selain menyuguhkan panorama alam yang khas, kawasan ini juga menghadirkan kisah tentang evolusi bumi, sejarah perminyakan Indonesia, hingga kearifan masyarakat lokal yang masih terjaga hingga kini.
Simak Video "RSUD Bojonegoro Diduga Lakukan Malapraktik ke Pasien"
(irb/dpe)