6 Jalur Pendakian Gunung Wilis, Mana Pilihanmu?

6 Jalur Pendakian Gunung Wilis, Mana Pilihanmu?

Chilyah Auliya - detikJatim
Minggu, 28 Jun 2026 12:45 WIB
Gunung Wilis
Gunung Wilis. Foto: File detikcom
Surabaya -

Gunung Wilis memiliki enam jalur pendakian yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Masing-masing jalur menawarkan karakter berbeda, mulai dari trek yang ramah bagi pendaki pemula hingga rute teknis yang lebih cocok untuk pendaki berpengalaman.

Puncak tertinggi Gunung Wilis berada di ketinggian sekitar 2.563 meter di atas permukaan laut. Selain menyuguhkan panorama alam, kawasan gunung ini juga memiliki nilai sejarah karena lerengnya pernah dilalui Jenderal Sudirman dalam rangkaian gerilya sebelum Serangan Umum 1 Maret 1949.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Enam Jalur Pendakian Gunung Wilis

Sebelum menentukan jalur pendakian, pendaki sebaiknya mengenali karakter masing-masing rute, mulai dari tingkat kesulitan, waktu tempuh, hingga kondisi medannya. Berikut enam jalur pendakian Gunung Wilis yang dapat menjadi pilihan.

1. Jalur Candi Penampihan, Tulungagung

Jalur ini berada di Kecamatan Sendang, Tulungagung, dan dikenal memiliki medan yang cukup menantang di bagian akhir. Pendakian dimulai dari kawasan Candi Penampihan dengan pos registrasi di Tunjung Biru, Desa Geger.

ADVERTISEMENT

Dari basecamp menuju titik bermalam di Watu Godhek menghabiskan waktu sekitar empat jam. Setelah itu, jalur menyempit dan pendaki harus menyusuri sisi jurang menuju puncak. Karena itu, jalur ini membutuhkan fokus dan kehati-hatian ekstra.

2. Jalur Bajulan, Nganjuk

Jalur Bajulan merupakan salah satu jalur populer Gunung Wilis dengan lanskap hutan tropis dan ketersediaan sumber air yang melimpah. Pendakian dimulai dari Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, menuju kawasan Puncak Limasan. Jalur ini memiliki jarak tempuh sekitar 11 kilometer dengan elevasi gain sekitar 1.000 meter.

Total waktu perjalanan pulang-pergi berkisar 8,5 jam (tanpa mencapai puncak utama Gunung Limas). Medannya yang cukup panjang membuat jalur ini lebih cocok bagi pendaki yang sudah memiliki pengalaman, meski ketersediaan sumber air di sepanjang jalur cukup membantu.

3. Jalur Mojo - Dolo, Kediri

Pendakian dari sisi timur Gunung Wilis dapat ditempuh melalui Kecamatan Mojo, Kediri, dengan titik awal di sekitar kawasan wisata Air Terjun Dolo. Jalur ini belum memiliki basecamp resmi, namun akses menuju pintu pendakian relatif baik.

Dari jalur ini, pendaki dapat mencapai puncak tertinggi Gunung Wilis, yakni Puncak Trogati atau Liman. Selain Mojo, terdapat jalur alternatif dari Kecamatan Semen yang melewati kawasan Taman Kelir di Desa Joho.

Jalur ini lebih teknis karena vegetasi rapat, medan berat, dan minim penanda. Oleh karena itu, pendakian melalui jalur Kediri umumnya disarankan bagi pendaki berpengalaman dengan perencanaan yang matang.

4. Jalur Kare, Madiun

Jalur Kare menjadi salah satu jalur favorit karena memiliki lanskap yang beragam dan medan yang relatif bersahabat. Pendaki akan melewati Pos Kempo, Pulosari, Bukit Teletubbies, Watu Tulis, Watu Garuda, hingga Patok Batas sebelum mencapai Puncak Ngliman.

Dari Patok Batas ke puncak, waktu tempuh sekitar satu setengah jam. Medan jalur ini berupa punggungan dengan jalur yang cukup lebar. Vegetasinya didominasi hutan pegunungan.

Sementara area Puncak Ngliman cukup luas dan datar sehingga kerap dimanfaatkan sebagai lokasi berkemah. Total waktu pendakian hingga kawasan puncak dapat ditempuh kurang dari 12 jam, sehingga jalur ini cukup ramah bagi pendaki pemula.

5. Jalur Bareng, Nganjuk

Jalur Bareng di Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, dikenal sebagai salah satu jalur yang cocok bagi pendaki pemula. Elevasi puncaknya sekitar 1.595 mdpl dengan trek yang relatif jelas dan tidak terlalu teknis.

Pendaki akan melewati beberapa pos utama dengan waktu tempuh menuju puncak sekitar 5-6 jam. Karena medannya relatif ringan, jalur ini kerap menjadi pilihan bagi pendaki yang baru ingin mencoba mendaki Gunung Wilis.

6. Jalur Jurang Senggani, Tulungagung

Jalur Jurang Senggani menawarkan lintasan hutan tropis yang masih rapat dan relatif sepi. Pendaki harus melewati enam pos dengan total waktu tempuh sekitar enam jam. Medannya cukup panjang, ditambah keberadaan pacet saat musim lembap, sehingga jalur ini lebih cocok bagi pendaki berpengalaman.

Jalur ini relatif jarang dilalui pendaki. Selain menyiapkan kondisi fisik, pendaki juga diimbau mematuhi aturan setempat, seperti menjaga kebersihan, tidak menyalakan api di area puncak, dan menjaga sikap selama berada di kawasan Gunung Wilis.

Daya Tarik Gunung Wilis

Gunung Wilis merupakan gunung api tipe B yang masih menunjukkan aktivitas geotermal ringan, seperti solfatara dan sumber air panas. Bentuk puncaknya yang menyerupai atap rumah limas membuatnya kerap dijuluki Gunung Limas.

Di kaki dan sekitar kawasan gunung terdapat sejumlah destinasi wisata alam, seperti Air Terjun Sedudo, Air Terjun Irenggolo, Air Terjun Dolo, hingga Telaga Ngebel. Keberadaan destinasi tersebut menjadikan kawasan Gunung Wilis tidak hanya sebagai tujuan pendakian, tetapi juga wisata alam.

Enam jalur pendakian Gunung Wilis menawarkan karakter dan tingkat kesulitan yang berbeda. Pendaki dapat memilih rute sesuai kemampuan, pengalaman, serta waktu yang dimiliki. Jadi detikers, dari enam jalur pendakian Gunung Wilis tersebut, jalur mana yang paling ingin kamu jelajahi?




(irb/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads