Ribuan wisatawan memadati wisata alam Jolotundo Glamping & Edu Park, di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk di hari terakhir libur panjang atau long weekend, Minggu (17/5/2026).
Keramaian sudah tampak sejak pagi. Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengular sejak pintu masuk. Area parkir penuh, sementara arus wisatawan terus berdatangan.
Pantauan detikJatim di lokasi, keramaian merata di hampir seluruh titik. Mulai area tenda glamping, sungai berbatu, hingga area food court dan kafe dipenuhi pengunjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sungai berbatu yang menjadi salah satu daya tarik Jolotundo ramai digunakan wisatawan untuk bermain air.
Cuaca cerah membuat banyak keluarga memanfaatkan lokasi tersebut untuk bersantai. Anak-anak hingga orang dewasa tampak turun ke aliran sungai dangkal sambil menikmati suasana sejuk khas pegunungan.
Wisata Jolotundo Glamping & Edu Park Foto: Bakrie/detikJatim |
Tak hanya itu, sejumlah titik foto juga dipadati pengunjung. Jembatan, taman, hingga area tenda glamping menjadi spot favorit. Beberapa wisatawan tampak mencoba wahana lain seperti ATV, berkuda, kandang rusa hingga kegiatan outbound di kawasan hutan pinus.
Hingga sekitar pukul 14.00 WIB, jumlah pengunjung diperkirakan sudah menembus seribu orang. Informasi dari petugas parkir menyebutkan, kapasitas parkir kendaraan sempat penuh sejak siang. Wisatawan tidak hanya berasal dari Nganjuk, namun juga dari Surabaya, Kediri, Madiun, Jombang, bahkan luar provinsi.
Wiwik, (40), salah satu pengunjung asal Kediri mengaku sudah beberapa kali datang ke Jolotundo. Menurutnya, suasana sejuk dan panorama alam menjadi daya tarik utama.
"Kalau libur panjang biasanya pilih ke sini. Tempatnya adem, pemandangannya bagus, anak-anak juga senang bisa main air. Biayanya juga murah karena tidak ada tiket masuk," ujar Wiwik.
Dia mengaku pertama kali mengetahui Jolotundo dari media sosial. Setelah berkunjung langsung, ia merasa lokasi wisata tersebut sesuai dengan yang banyak diunggah di internet.
Selain wisatawan keluarga, pengunjung Jolotundo juga dari rombongan instansi dan perusahaan. Mereka memanfaatkan area terbuka Jolotundo untuk kegiatan rekreasi sekaligus outbound. Luasnya area wisata dan suasana hutan pinus menjadi alasan lokasi ini banyak dipilih untuk kegiatan kelompok.
Owner Jolotundo Glamping & Edu Park, Ridhan Nandari mengatakan, lonjakan pengunjung selalu terjadi setiap momen libur panjang, seperti long weekend ini. Menurutnya, konsep tanpa tiket masuk menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.
"Pengunjung hanya membayar parkir. Sepeda motor Rp 5 ribu, mobil Rp 10 ribu, sedangkan Elf dan bus Rp 15 ribu. Setelah itu bebas menikmati area sampai malam," ujarnya.
Ridhan menambahkan, biaya hanya dikenakan untuk pembelian makanan dan minuman di kafe atau penggunaan wahana tertentu, seperti sewa tenda glamping untuk bermalam.
"Area tenda glamping kini diperluas lagi, dengan beberapa tipe seperti pinus & river glamping dan korean glamping," pungkasnya.
(auh/hil)

