500 Motor Klasik Siap Jelajahi Jalur Selatan dari Malang ke Solo

500 Motor Klasik Siap Jelajahi Jalur Selatan dari Malang ke Solo

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 14 Mei 2026 17:45 WIB
Ratusan Motor Klasik Touring Malang-Solo Lewat Jalur Selatan. Peserta berasal dari berbagai negara
Ratusan motor klasik dari berbagai daerah berkumpul di Kota Malang untuk mengikuti Jawara International Classic Bike Rally 2026. (Foto: Muhammad Aminudin/ detikjatim)
Malang -

Ratusan pencinta motor klasik berkumpul di Kota Malang untuk mengikuti touring melintasi Jalur Lintas Selatan menuju Solo, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perhelatan perdana bertajuk Jawara International Classic Bike Rally 2026.

Ratusan kolektor dan penghobi motor tua dari berbagai daerah di Indonesia itu berkumpul untuk mengikuti ajang yang diinisiasi oleh Motor Antique Club Indonesia (MACI). Event tersebut mengusung misi memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara melalui rute perjalanan yang menantang.

Ketua Pelaksana JAWARA Rally MACI 2026, Fanny Nurisma menjelaskan, JAWARA merupakan singkatan dari Jelajah Warisan Nusantara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Fanny, ajang tersebut bukan sekadar kegiatan kumpul komunitas, melainkan reli internasional yang melibatkan peserta lintas negara dan lintas klub. Meski baru pertama kali digelar, antusiasme peserta disebut sangat tinggi dengan total 500 unit motor yang telah mendaftar.

"Ada 500 peserta yang mendaftar, dari klub, MACI, dan ada peserta dari Malaysia dan Australia," ungkap Fanny saat ditemui di Gedung Tumapel, Kota Malang, Kamis (14/5/2026).

ADVERTISEMENT

Para peserta dijadwalkan menempuh perjalanan sejauh 458 kilometer selama dua hari satu malam. Rute yang dipilih pun melintasi Jalur Lintas Selatan (JLS) yang dikenal memiliki panorama alam khas pesisir selatan Jawa.

Ratusan Motor Klasik Touring Malang-Solo Lewat Jalur Selatan. Peserta berasal dari berbagai negaraPeserta rally motor antik bersiap menempuh perjalanan ratusan kilometer melintasi Jalur Lintas Selatan menuju Solo. Foto: Muhammad Aminudin/ detikjatim)

Rombongan akan bertolak dari Balai Kota Malang menuju Solo dengan melintasi sejumlah daerah di jalur selatan.

"Kita akan melakukan rally menuju Solo dengan melintasi jalur lintas selatan," beber Fanny.

Fanny menegaskan aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam reli tersebut. Karena itu, setiap kendaraan wajib melewati proses scrutineering atau pemeriksaan teknis secara menyeluruh, mulai dari sistem pengereman hingga kelayakan mesin.

Ratusan Motor Klasik Touring Malang-Solo Lewat Jalur Selatan. Peserta berasal dari berbagai negaraBeragam motor klasik lintas generasi turut meramaikan ajang Jelajah Warisan Nusantara di Kota Malang. Foto: Muhammad Aminudin/ detikjatim)

Selain pemeriksaan kendaraan, seluruh peserta juga diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan perlindungan asuransi selama perjalanan berlangsung.

Keunikan acara ini juga terlihat dari ragam usia kendaraan yang ikut ambil bagian. Motor tertua yang tercatat merupakan rakitan tahun 1927 asal Inggris, sedangkan motor termuda dibatasi hingga tahun produksi 1976.

Salah satu peserta, Dian Kurniawan asal Kendal, Jawa Tengah, mengaku bangga bisa membawa motor klasik Norton 500cc tahun 1956 miliknya untuk menjajal aspal Jawa Timur.

"Alhamdulillah motor saya sehat-sehat saja. Kenapa pakai motor klasik? Karena hobi motoran dan motor klasik itu suaranya enak didengar. Besok rencananya ke Solo lewat Tulungagung," tutur Dian yang telah mengoleksi motor antik sejak 2012.

Dian mengaku sudah beberapa kali melakukan perjalanan jauh menggunakan koleksi motor klasiknya tersebut. Bahkan sebelum mengikuti rally di Malang, ia pernah menempuh perjalanan hingga titik nol Indonesia.

"Kalau ke barat pernah sampai titik nol Sabang, Aceh. Kalau ke timur sampai Flores. Pakai motor ini (Norton)," bebernya.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads