Sidoarjo kini tak hanya dikenal sebagai kota yang kaya akan bandeng maupun udang, melainkan juga bersinar melalui pesona agrowisatanya. Salah satu daya tarik yang tengah naik daun adalah deretan kebun kelengkeng yang menawarkan pengalaman petik buah langsung dari pohon.
Hanya dengan merogoh kocek yang terjangkau, pengunjung bisa memanen buah yang manis dan renyah sepuas hati. Area kebun yang rimbun dan tertata rapi pun menjelma menjadi spot favorit untuk berswafoto Instagramable, sembari menikmati akhir pekan bareng keluarga atau pasangan.
Serba-serbi Wisata Kelengkeng di Sidoarjo
Salah satunya Yulianto, yang berhasil menyulap lahan kritis jadi kebun kelengkeng yang kini ramai dikunjungi. Lokasinya berada di Desa Tulangan, Kecamatan Tulangan, KabupatenSidoarjo. Lantas, seperti apa seluk-beluk wisata kelengkeng di Sidoarjo ini? Yuk simak selengkapnya di bawah ini.
Dari Lahan Kritis ke Kebun Produktif
Tak banyak orang yang berani bertaruh pada lahan yang bahkan tetangganya sendiri anggap mustahil. Namun, Yulianto, eks karyawan asal Desa Tulangan, justru nekat menggarap lahan kritis seluas sekitar 1,5 hektare, yang selama puluhan tahun tak menghasilkan apa-apa.
Modalnya bukan pengalaman bertani, melainkan ketekunan belajar secara otodidak lewat media sosial sejak 2017. Salah satunya, mempelajari teknik dari petani di Thailand dan Vietnam.
Yulianto juga sempat mendapat cemooh dari warga sekitar dengan menyebutnya gila, lantaran ada yang menanam 25 tahun, namun tak berbuah. Tak menyurutkan semangatnya, ia yakin bahwa teknik yang dilakukan benar.
Kini, kebun yang dianggap sia-sia tersebut berdiri rimbun dengan ratusan pohon kelengkeng berbuah lebat. Yulianto mengaku telah menanam sekitar 300 pohon kelengkeng.
Varietas Unggulan New Kristal
Di antara beragam varietas kelengkeng yang ada, Yulianto memilih fokus pada satu jenis unggulan, yakni New Kristal. Varietas ini dipilih bukan tanpa alasan, dagingnya yang tebal, rasanya yang manis, serta penampilannya menarik.
Salah satu daya tarik dari kebun ini, yakni menerapkan teknik booster agar tanaman bisa berbuah sepanjang tahun tanpa harus menunggu musim. Dengan cara ini, pasokan buah tetap stabil dan pengunjung agrowisata pun bisa datang kapan saja tanpa khawatir kehabisan buah untuk dipetik.
Omzet Ratusan Juta Per Panen
Hasil panen kebun Yulianto terbilang menggiurkan. Satu pohon kelengkeng berusia tujuh tahun mampu menghasilkan hingga 200 kilogram buah dalam sekali panen. Setelah panen, pohon diistirahatkan sekitar tiga bulan sebelum dibuahkan kembali.
Harga jual kelengkeng di tingkat petani berkisar Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per kilogram. Yulianto sengaja tidak menjual ke toko buah atau distributor besar, melainkan memilih jalur langsung yang lebih menguntungkan. Hasilnya, omzet yang diraup bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah setiap kali panen.
Wisata Edukasi, Bukan Sekadar Petik Buah
Kebun Yulianto bukan sekadar tempat menghasilkan buah, ia telah berkembang menjadi destinasi agrowisata berbasis edukasi yang menarik berbagai kalangan. Pengunjung datang bukan hanya keluarga yang ingin berwisata akhir pekan, tetapi juga rombongan anak TK, mahasiswa, hingga pejabat daerah.
Bahkan, Wakil Bupati Sidoarjo pun sempat berkunjung langsung ke kebun ini untuk belajar tentang budidaya kelengkeng. Konsep wisata edukasi ini dirancang agar pengunjung benar-benar memahami proses bertani, bukan sekadar memetik, lalu pulang.
Setiap pengunjung yang ingin memetik pun wajib didampingi agar tanaman tidak rusak. Pendekatan ini menjaga kualitas kebun, sekaligus menciptakan pengalaman wisata yang lebih bermakna.
Bisnis Bibit hingga Rencana ke Depan
Di balik bisnis petik buah yang ramai, Yulianto diam-diam membangun lini usaha lain yang tak kalah menjanjikan, yakni pembibitan kelengkeng.
Bibit-bibit unggul hasil pengembangannya kini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, menjadikan kebunnya bukan hanya pusat wisata, tetapi juga pemasok bibit bagi para petani di luar Sidoarjo.
Yulianto rupanya belum puas sampai di sini. Ia sudah merancang pengembangan kebunnya dengan menambah komoditas baru seperti melon dan kolam ikan, sehingga agrowisatanya yang dikelolanya bisa menawarkan pengalaman yang lebih beragam.
Simak Video "Video: Sopir Nyabu Hantam Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo"
(irb/hil)