Uji Coba Berbahaya Mikutopia Kota Batu: Pengunjung Tewas-Wahana Patah

Round-Up

Uji Coba Berbahaya Mikutopia Kota Batu: Pengunjung Tewas-Wahana Patah

Denza Perdana - detikJatim
Minggu, 05 Apr 2026 08:00 WIB
Potret Wisata Baru Mikutopia di Kota Batu Ramai Pengunjung
Destinasi baru di Kota Batu, Mikutopia yang sedang diuji coba tapi sudah terjadi 2 insiden yang fatal. (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Kota Batu -

Destinasi wisata baru di Bumiaji, Kota Batu, Mikutopia, kini tengah menjadi buah bibir. Sayangnya, bukan karena keindahannya, melainkan karena rentetan insiden yang menghantui masa uji cobanya. Mulai dari kecelakaan wahana, meninggalnya pengunjung, hingga "sentilan" keras soal izin lingkungan.

Keceriaan hari libur di Mikutopia seketika berubah jadi kepanikan pada Jumat (3/4). Sebuah video viral di TikTok memperlihatkan kerumunan pengunjung setelah wahana bernama 'Tiram' diduga mengalami kerusakan parah atau patah.

"Ada wahana patah kak, soalnya suamiku bantu nolongin kakinya sampai baret-baret (lecet) loncat pagar. Aku pas main playground sama anakku," tulis Iva Kartika Sari, pemilik akun TikTok @madesyaki02 dalam video yang diunggah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak kepolisian pun segera turun tangan untuk melakukan pengecekan atas kebenaran video tersebut.

"Belum ada laporan, kami cek dulu," kata Kapolsek Bumiaji AKP Anton Subagio saat dikonfirmasi detikJatim.

ADVERTISEMENT

Sebelum insiden patahnya salah satu wahana, petaka lebih dulu terjadi pada masa Libur Lebaran. Pengunjung bernama Suyati mendadak pingsan saat mengantre tiket bersama suaminya di tengah lonjakan pengunjung pada Senin (23/3).

"Ketika berada di lokasi loket itu, tiba-tiba yang bersangkutan ini pingsan. Petugas wisata yang melihat kejadian itu langsung berupaya menolong dengan membawa Suyati ke Pos P3K," ungkap Kapolsek Bumiaji AKP Anton Hendry Subagijo.

Nahas, nyawa korban tak tertolong dalam perjalanan ke rumah sakit.

Eksistensi Mikutopia setelah insiden itu tengah dipelototi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur. WALHI menduga kuat wisata skala besar ini belum mengantongi izin Amdal, padahal lokasinya berada di kawasan resapan air hulu lereng Gunung Arjuno-Welirang.

"Pemerintah Kota Batu melegalkan segala bentuk bencana, seperti banjir, tanah longsor," tegas Direktur Eksekutif WALHI Jatim, Pradipta Indra Ariono. Ia pun mendesak agar operasional Mikutopia dihentikan sementara hingga seluruh dokumen administrasi tuntas.

Status Mikutopia yang masih dalam tahap trial atau uji coba pun disorot tajam oleh Dinas Pariwisata Kota Batu. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto menegaskan bahwa status uji coba bukan berarti pengelola boleh abai terhadap keselamatan.

"Kita akan lakukan monitoring lagi terkait dengan kesiapan, karena seperti tenaga kesehatan, tenaga medis, ruang pemeriksaan itu kan juga harus ada. Selama ini kan belum kami survei karena dia (Mikutopia) masih uji coba gitu lho," ujar Onny.

Kini, nasib Mikutopia berada di ujung tanduk evaluasi total pemerintah setempat, mulai dari standar operasional prosedur (SOP) keamanan hingga analisis dampak lalu lintas yang sempat dikeluhkan warga sekitar.



(irb/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads