Langkah Pemkot Batu Usai Pengunjung Mikutopia Meninggal Saat Antre

Langkah Pemkot Batu Usai Pengunjung Mikutopia Meninggal Saat Antre

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 04 Apr 2026 19:30 WIB
Potret Wisata Baru Mikutopia di Kota Batu Ramai Pengunjung
Wisata Baru Mikutopia di Kota Batu yang Ramai Pengunjung. (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Kota Batu -

Insiden wisatawan yang berakhir tragis saat mengantre tiket di wahana Mikutopia, Kota Batu, menjadi sorotan. Dinas Pariwisata Kota Batu memberikan catatan serius pasca insiden tersebut.

Meski status destinasi wahana berada di kawasan Bumiaji, Kota Batu saat ini masih dalam tahap uji coba atau trial. Dinas Pariwisata Kota Batu menegaskan bahwa standar keselamatan dan kesiapan layanan medis tidak boleh dikesampingkan terutama saat menghadapi lonjakan wisatawan di musim liburan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan monitoring dan evaluasi menyeluruh terhadap pengelola Mikutopia. Dia tekankan status uji coba bukan jadi alasan pengelola mengabaikan fasilitas krusial seperti ketersediaan tenaga medis dan ruang pemeriksaan yang memadai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Onny, setiap objek wisata yang sudah membuka pintu bagi publik seharusnya sudah berada dalam kondisi siap 100 persen dalam hal pelayanan keamanan dan kesehatan.

"Kita akan lakukan monitoring lagi terkait dengan kesiapan, karena seperti tenaga kesehatan, tenaga medis, ruang pemeriksaan itu kan juga harus ada. Selama ini kan belum kami survei karena dia (Mikutopia) masih uji coba gitu lho," ujar Onny Ardianto kepada detikJatim, Sabtu (4/4/2026).

ADVERTISEMENT

Lebih jauh, Onny menyoroti bahwa dalam evaluasi nanti, poin utama yang akan ditekankan adalah standar operasional prosedur (SOP) penanganan darurat.

"Kesiapan tenaga medis, terus ruang P3K, terus kemarin penanganannya seperti apa, kan kami memang masih belum mendapat laporan resmi dari sana ya, dari pihak Mikutopia," tegasnya.

Onny mengaku pihaknya hingga saat ini masih menunggu laporan resmi dari manajemen Mikutopia mengenai kronologi dan penanganan yang dilakukan saat insiden tersebut terjadi.

Selain keselamatan pengunjung, evaluasi nanti juga direncanakan akan melibatkan Dinas Perhubungan guna meninjau ulang Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) di sekitar lokasi yang sempat dikeluhkan terkait aksesibilitasnya.

"Kami belum melihat Andal lalin-nya juga. Nanti akan mengundang Dishub yang akan melakukan evaluasi," tandasnya.

Seperti diberitakan, seorang wisatawan yang hendak menikmati wahana di Mikutopia, Kota Batu, justru mengalami peristiwa pilu. Ia mendadak pingsan saat mengantre tiket hingga akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Peristiwa ini terjadi di tengah antrean pengunjung yang cukup ramai. Korban bernama Suyati sempat mendapat pertolongan awal di lokasi, namun nyawanya tak tertolong meski sudah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kapolsek Bumiaji AKP Anton Hendry Subagijo menyebut, peristiwa itu terjadi pada Senin (23/3/2026) pukul 11.50 WIB.

Suyati warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu itu awalnya mendampingi sang suami Muh Ali yang tengah berdiri di antrean loket pembelian.

"Ketika berada di lokasi loket itu, tiba-tiba yang bersangkutan ini pingsan. Petugas wisata yang melihat kejadian itu langsung berupaya menolong dengan membawa Suyati ke Pos P3K untuk mendapat penanganan awal," ungkap Anton pada Rabu (1/4/2026).




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads