Wisatawan Meninggal Saat Antre di Mikutopia Kota Batu

Wisatawan Meninggal Saat Antre di Mikutopia Kota Batu

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Rabu, 01 Apr 2026 10:18 WIB
Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP di lokasi Suyati pingsan
Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP di lokasi Suyati pingsan/Foto: Istimewa
Kota Batu -

Seorang wisatawan yang hendak menikmati wahana di Mikutopia, Kota Batu, justru mengalami peristiwa pilu. Ia mendadak pingsan saat mengantre tiket hingga akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Peristiwa ini terjadi di tengah antrean pengunjung yang cukup ramai. Korban bernama Suyati sempat mendapat pertolongan awal di lokasi, namun nyawanya tak tertolong meski sudah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kapolsek Bumiaji AKP Anton Hendry Subagijo menyebut, peristiwa itu terjadi pada Senin (23/3/2026) pukul 11.50 WIB. Suyati warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu itu awalnya mendampingi sang suami Muh Ali yang tengah berdiri di antrean loket pembelian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika berada di lokasi loket itu, tiba-tiba yang bersangkutan ini pingsan. Petugas wisata yang melihat kejadian itu langsung berupaya menolong dengan membawa Suyati ke Pos P3K untuk mendapat penanganan awal," ungkap Anton pada Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ketika mendapat perawatan awal, kondisi Suyati tidak membaik dan akhirnya diputuskan untuk melarikannya ke rumah sakit terdekat yakni Rumah Sakit dr Tri Punten. Namun, ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit rujukan, Suyati meninggal dunia.

Berdasarkan laporan medis dari RS dr. Tri Punten, pemeriksaan fisik meliputi pengecekan nadi hingga rekam jantung (EKG) menunjukkan hasil normal. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya kelainan pada jantung.

Kepala Desa Tulungrejo, Suliono turut membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku bahwa Suyati sebelum meninggal dunia tidak menunjukkan adanya tanda-tanda sedang sakit.

"Jadi kata saudara dan keluarga itu sebelum pingsan di Mikutopia, Suyati dalam kondisi baik bertemu keluarga dan berkomunikasi seperti tidak sakit apa-apa," terang Suliono.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads