5 Fakta Antrean Jip Bromo Mengular Saat Puncak Libur Lebaran 2026

5 Fakta Antrean Jip Bromo Mengular Saat Puncak Libur Lebaran 2026

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Selasa, 24 Mar 2026 10:40 WIB
Jip mengluar panjang di Bromo
Jip mengluar panjang di Bromo/Foto: Tangkapan layar
Malang -

Kawasan Gunung Bromo kembali menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi favorit saat libur Lebaran 2026. Lonjakan wisatawan yang signifikan membuat jalur menuju spot utama dipadati kendaraan, bahkan hingga memicu antrean panjang yang viral di media sosial.

Video yang memperlihatkan lautan jip wisata mengular di jalur menanjak menjadi sorotan publik. Kepadatan ini tak lepas dari pertemuan arus wisatawan dari berbagai pintu masuk, menjadikan sejumlah titik krusial seperti Simpang Dingklik mengalami penumpukan kendaraan.

Berikut 5 fakta antrean jip Bromo saat libur Lebaran 2026:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Antrean Panjang Terjadi di Simpang Dingklik

Kepadatan kendaraan terjadi di Simpang Dingklik yang dikenal sebagai titik temu arus wisatawan dari Malang, Pasuruan, dan Probolinggo, sehingga jalur ini menjadi "leher botol" yang memperlambat pergerakan kendaraan menuju Penanjakan.

Antrean panjang tersebut bahkan tampak mengular di jalur menanjak dan menjadi viral karena memperlihatkan skala kepadatan yang tidak biasa dibandingkan hari normal.

ADVERTISEMENT

"Betul, itu di Persimpangan Dingklik menuju Pananjakan, titik pertemuan kendaraan roda 4 dari 3 pintu masuk di Malang, Pasuruan, dan Probolinggo," ujar Ketua Tim Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan TNBTS, Hendra Wisantara, saat dikonfirmasi detikJatim, Senin (23/3/2026).

2. Lonjakan Wisatawan Capai 30-40 Persen

Arus kunjungan wisata selama momen Lebaran meningkat tajam hingga mencapai hampir 30-40 persen dibandingkan hari biasa, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berlibur ke Bromo.

Lonjakan ini bahkan sudah mulai terlihat sejak malam hari sebelumnya, dengan dominasi wisatawan pemudik yang menggunakan sepeda motor untuk mencapai kawasan wisata.

"Lonjakan kunjungan wisata selama momen lebaran Idul Fitri ini mencapai hampir 30-40% dibanding hari-hari biasa," kata Hendra.

3. Total Kunjungan Tembus 14 Ribu Wisatawan

Data Balai Besar TNBTS mencatat total kunjungan sejak 21 hingga 23 Maret 2026 siang mencapai 14.886 wisatawan, dengan puncak kepadatan terjadi pada Senin (23/3) yang mencapai 8.242 pengunjung.

Angka ini menunjukkan betapa besar animo wisatawan terhadap Bromo, hingga membuat kawasan kaldera dan penanjakan dipadati ribuan orang dalam satu hari.

4. Kuota Pengunjung Ditambah 1.000 Orang

Untuk mengakomodasi tingginya permintaan, pengelola menambah kuota harian sebanyak 1.000 orang dari semula 2.752 menjadi 3.752 pengunjung per hari, sebagai langkah antisipasi lonjakan wisatawan.

Penambahan kuota ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di pintu masuk sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi wisatawan untuk menikmati kawasan Bromo.

"Bagi kendaraan yang belum melakukan booking online akan diarahkan ke jalur Seruni Point, sementara bagi yang sudah melakukan booking, tetapi jumlah tiket tidak sesuai dengan jumlah peserta akan diarahkan ke jalur Mentigen untuk penyesuaian," urainya.

5. Pengawasan Diperketat dan Wisatawan Diimbau Tertib

Sebanyak 60 personel gabungan disiagakan di titik rawan untuk mengurai kemacetan dan memastikan wisatawan mematuhi aturan, termasuk kewajiban booking online sebelum masuk kawasan.

Pengelola juga mengingatkan pengunjung untuk datang sesuai jadwal dan mengikuti arahan petugas guna menjaga kelancaran arus serta keselamatan selama berada di kawasan wisata.

"Kami mengimbau seluruh pengunjung untuk datang lebih awal sesuai jadwal booking, mematuhi aturan antrean di pintu masuk, serta mengikuti arahan petugas di lapangan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pengumuman! Pendakian Gunung Semeru Ditutup Mulai 17 Agustus 2025"
[Gambas:Video 20detik]
(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads