Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi menambah kuota kunjungan wisata sebanyak 1.000 orang per hari ke Gunung Bromo selama masa libur Lebaran. Kebijakan ini diambil untuk mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat yang ingin menikmati keindahan matahari terbit di salah satu destinasi unggulan Jawa Timur tersebut.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, menjelaskan bahwa penambahan kuota ini merupakan langkah rutin yang diambil setiap momen libur panjang atau long weekend.
Dengan adanya kebijakan ini, total kuota harian yang dibuka melonjak menjadi 3.572 orang dari kuota normal yang biasanya hanya sebesar 2.752 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penambahan kuota khusus sebanyak 1.000 orang ini mulai diberlakukan pada pukul 07.00 WIB.
"Khusus setiap momen libur panjang atau long weekend kuota harian yang dibuka sebesar 3.572 orang. Penambahan kuota 1.000 orang mulai pukul 07.00 WIB, sedangkan untuk kuota normal 2.752 orang," kata Endrip kepada wartawan, Sabtu (21/3/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pihak pengelola telah memetakan sejumlah jalur rawan macet yang akan mendapatkan pengawasan ekstra.
Beberapa titik fokus penjagaan meliputi daerah Sunrise View Point di Simpang Dingklik, Pakis Bincil, Bukit Kedaluh, Watu Gedhe, dan Jemplang.
Pengawasan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan jip wisata yang kerap menjadi penyebab kemacetan di jalur sempit menuju kawah maupun penanjakan.
Demi menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan, sebanyak 60 personel pengamanan gabungan telah disiagakan di lapangan.
Tim ini terdiri dari personel internal TNBTS yang dibantu oleh kepolisian, TNI, pihak kecamatan, hingga masyarakat mitra polisi hutan dan masyarakat peduli api. Penjagaan ketat dilakukan mulai dari pintu masuk hingga lokasi-lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan tinggi.
Bagi masyarakat yang berencana berkunjung, pembelian tiket sepenuhnya dilakukan secara daring melalui laman resmi bromotenggersemeru.id.
Adapun harga tiket untuk wisatawan nusantara pada hari libur ditetapkan sebesar Rp 79 ribu, sementara bagi wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp 255 ribu.
Pihak TNBTS memperkirakan puncak kunjungan wisatawan akan terjadi dalam dua hari ke depan, yakni pada Minggu (22/3/2026) dan Senin (23/3/2026).
Endrip juga memberikan imbauan tegas agar wisatawan mematuhi seluruh peraturan yang berlaku, termasuk menjauhi lokasi rawan bencana di sekitar alat pemantauan PVMBG di kawasan Kaldera Bromo atau area Planet Bromo.
Selain itu, bagi pengunjung yang membawa sepeda motor, diingatkan untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima karena medan menuju Bromo didominasi oleh tanjakan tajam dan turunan yang sangat curam.
"Bagi pengunjung yang menggunakan sepeda motor pastikan kondisi kendaraannya prima karena jalur ke arah lokasi banyak tanjakan tajam dan turunan curam," pungkasnya.
(ihc/ihc)











































