Round-Up

Mengularnya Jip Wisata Gunung Bromo Saat Puncak Libur Lebaran

Denza Perdana - detikJatim
Selasa, 24 Mar 2026 07:30 WIB
Antrean jip Bromo mengular panjang saat Libur Lebaran. (Foto: Tangkapan layar)
Pasuruan -

Kawasan Gunung Bromo benar-benar menjadi magnet utama pada momen Lebaran 2026. Sebuah video yang memperlihatkan lautan jip wisata mengular panjang di jalur menanjak mendadak viral di media sosial. Antrean kendaraan itu terjadi di Simpang Dingklik, titik pertemuan arus wisatawan dari berbagai pintu masuk.

Antrean panjang yang terekam kamera itu terjadi pada Minggu (22/3). Lokasi Simpang Dingklik adalah "leher botol" karena menjadi titik pertemuan jip dari arah Malang, Pasuruan, dan Probolinggo menuju Penanjakan.

Ketua Tim Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan TNBTS, Hendra Wisantara, mengonfirmasi kepadatan itu.

"Betul, itu di Persimpangan Dingklik menuju Pananjakan, titik pertemuan kendaraan roda 4 dari 3 pintu masuk di Malang, Pasuruan, dan Probolinggo," ujarnya saat dikonfirmasi detikJatim, Senin (23/3/2026).

Hendra menjelaskan bahwa arus wisatawan pada Idulfitri kali ini mengalami kenaikan yang sangat tajam jika dibandingkan dengan hari biasa. Kepadatan bahkan sudah mulai terlihat sejak Minggu malam, yang kali ini didominasi oleh pemudik pengguna sepeda motor.

"Lonjakan kunjungan wisata selama momen lebaran Idulfitri ini mencapai hampir 30-40% dibanding hari-hari biasa," kata Hendra.

Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, total kunjungan sejak 21 Maret hingga 23 Maret 2026 siang mencatatkan angka fantastis, yakni 14.886 wisatawan. Puncak kepadatan terjadi pada hari ini, Senin (23/3), dengan total 8.242 pengunjung yang memadati kawasan kaldera dan penanjakan.

Tingginya minat ini membuat pengelola menambah kuota harian sebanyak 1.000 orang, dari semula 2.752 menjadi 3.752 orang per hari.

Untuk mengurai benang kusut kemacetan, pihak Balai Besar TNBTS menyiagakan 60 personel gabungan di titik-titik rawan. Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menegaskan pihaknya memberlakukan pemeriksaan ketat, terutama di pertigaan Cemorolawang.

Wisatawan yang membandel dengan datang tanpa tiket elektronik (booking online) tidak akan diizinkan masuk ke area utama.

"Bagi kendaraan yang belum melakukan booking online akan diarahkan ke jalur Seruni Point, sementara bagi yang sudah melakukan booking, tetapi jumlah tiket tidak sesuai dengan jumlah peserta akan diarahkan ke jalur Mentigen untuk penyesuaian," urainya.

Mengingat masa libur yang akan segera usai, pihak pengelola memprediksi kepadatan masih akan terjadi hingga Selasa besok. Rudijanta meminta wisatawan untuk tetap tertib dan waspada terhadap area rawan di sekitar alat pemantauan PVMBG.

"Kami menghimbau seluruh pengunjung untuk datang lebih awal sesuai jadwal booking, mematuhi aturan antrean di pintu masuk, serta mengikuti arahan petugas di lapangan," pungkasnya.



Simak Video "Video: Pengumuman! Pendakian Gunung Semeru Ditutup Mulai 17 Agustus 2025"

(auh/dpe)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork