Mudik Aman Lebaran 2026: Ini Jalur Rawan Longsor dan Banjir di Jawa Timur

Mudik Aman Lebaran 2026: Ini Jalur Rawan Longsor dan Banjir di Jawa Timur

Chilyah Auliya - detikJatim
Minggu, 15 Mar 2026 09:33 WIB
Peta Jawa Timur
Peta Jawa Timur (Foto: Gavriel Rama/ detikjatim)
Jawa Timur -

Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional di Jawa Timur untuk mendukung perjalanan masyarakat. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut seluruh perbaikan jalan nasional ditargetkan selesai paling lambat H-10 Lebaran, sehingga jalur mudik dapat dilalui dengan aman dan nyaman.

"Seluruh perbaikan jalan nasional harus sudah selesai maksimal H-10 Lebaran. Kita harus memastikan jalan nasional di Jawa Timur dalam kondisi aman dan nyaman dilalui masyarakat, terutama pengendara roda dua," tegas Menteri Dody saat meninjau kesiapan jalur mudik di Tuban.

Pemerintah berharap kesiapan infrastruktur ini dapat mengurangi risiko kecelakaan sekaligus memperlancar arus kendaraan selama masa mudik dan balik Lebaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Infrastruktur Jalan Nasional di Jawa Timur

Kementerian PU mencatat total jalan nasional di Jawa Timur mencapai 2.261,68 kilometer yang tersebar di 358 ruas jalan. Infrastruktur tersebut juga didukung oleh 973 jembatan yang menjadi bagian penting dalam konektivitas jalur mudik.

Saat ini, tingkat kemantapan jalan nasional di Jawa Timur telah mencapai lebih dari 80 persen. Dari 14.132 titik lubang jalan yang terdata sebelumnya, sebanyak 13.306 titik telah diperbaiki, sementara 826 titik lainnya masih dalam proses penanganan.

ADVERTISEMENT

Selain perbaikan jalan, pemerintah juga melakukan pembaruan marka jalan agar lebih jelas terlihat, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari.

Titik Rawan Macet dan Kecelakaan di Jalur Mudik Jatim

Meski kondisi jalan terus diperbaiki, sejumlah titik di Jawa Timur masih berpotensi mengalami kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas saat arus mudik.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di beberapa lokasi berikut:

  • Ruas Batas Kota Bangkalan - Kabupaten Sampang (Madura)
  • Kawasan Alas Baluran, Banyuwangi

Di lokasi tersebut, petugas akan menambah rambu peringatan serta melakukan pengawasan bersama kepolisian untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Jalur Rawan Longsor dan Banjir Saat Mudik

Selain faktor lalu lintas, kondisi cuaca juga menjadi perhatian penting selama periode mudik. Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem hingga Maret 2026, berdasarkan data dari BMKG.

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, meminta para pemudik untuk mempersiapkan kendaraan dengan baik dan lebih berhati-hati saat berkendara.

"Jawa Timur tidak boleh abai. Kita bisa melihat hujan tiba-tiba sore disertai angin, ini jadi handicap tersendiri. Pastikan wiper berfungsi, lampu penerangan oke, dan kurangi kecepatan saat hujan," pesan Kombes Pol Iwan.

Beberapa jalur yang perlu diwaspadai karena berpotensi mengalami longsor dan banjir, antara lain:

  • Jalur Probolinggo menuju Bromo
  • Wilayah Pacet, Mojokerto
  • Ngoro - Mojosari
  • Ploso - Pacitan - Hadiwarno
  • Bangil - Pasuruan
  • Perbatasan Malang - Lumajang, khususnya segmen Turen Km 54-60

Pengendara diimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca serta mematuhi rambu peringatan saat melintas di kawasan tersebut.

Jalur Trenggalek-Ponorogo Masih Ditutup

Sementara itu, jalur penghubung Trenggalek-Ponorogo hingga kini masih ditutup sementara meskipun material longsor telah dibersihkan dari badan jalan.

Menurut Kombes Pol Iwan, penutupan dilakukan karena masih ada potensi longsor susulan akibat adanya rengkahan pada tebing di sekitar lokasi.

"Ada potensi longsor susulan dari rengkahan tebing. Kami tidak mau ambil risiko sebelum ada asesmen dari ahli geologi. Arus dialihkan ke rute alternatif via Ponorogo yang lebih aman buat mobil atau kendaraan besar," tambahnya.

Para pemudik yang biasanya melewati jalur tersebut disarankan menggunakan rute alternatif yang telah disiapkan oleh petugas.

Tips Mudik Aman dan Nyaman

Agar perjalanan mudik Lebaran tetap aman dan nyaman, masyarakat diimbau melakukan beberapa persiapan sebelum berangkat:

  • Memantau informasi dari posko jalur Lebaran yang disediakan BBPJN di berbagai wilayah Jawa Timur.
  • Melakukan pengecekan kendaraan seperti mesin, rem, ban, dan lampu sebelum perjalanan jauh.
  • Beristirahat secara cukup dan tidak memaksakan diri berkendara saat lelah.

Dengan persiapan yang matang serta kewaspadaan selama perjalanan, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Timur dapat berjalan lancar dan aman bagi seluruh masyarakat.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads