Kasus pencurian 7 koper milik rombongan turis asal Thailand di depan pendopo Sukapura, Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo terlah terungkap. Namun demikian dampaknya kunjungan turis asing menurun.
Meski demikian, pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) menyebut penurunan tersebut belum bisa sepenuhnya dikaitkan dengan insiden pencurian.
Kepala Bagian Tata Usaha BB-TNBTS, Bambang Suriyono, menjelaskan bahwa penurunan kunjungan bukan karena kasus pencurian, namun lebih disebabkan oleh momentum menjelang awal bulan puasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya, tren kunjungan ke Gunung Bromo sejauh ini masih relatif stabil, termasuk untuk wisatawan mancanegara. Ia menambahkan, sebagian besar wisatawan telah melakukan pemesanan paket wisata rata-rata satu bulan sebelum keberangkatan. Adanya penurunan juga karena masyarakat persiapan bulan puasa" kata Bambang, saat dihubungi detikJatim, Selasa (24/2/2026).
Dengan demikian, lanjut ia, dampak langsung dari insiden pencurian tersebut belum dapat dianalisis secara pasti dalam waktu dekat.
Pihak pengelola wisata Bromo Tengger Semeru, berharap kejadian ini tidak berdampak panjang terhadap kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, mengingat sektor pariwisata menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat di kawasan Bromo dan para pelaku usaha wisata.
Berikut data Kunjungan Pintu Masuk Cemorolawang
Berikut data jumlah pengunjung dari 14 hingga 20 Februari 2026:
14 Februari 2026: 1.075 orang
15 Februari 2026: 1.675 orang
16 Februari 2026: 1.280 orang (sehari setelah kejadian)
17 Februari 2026: 886 orang
18 Februari 2026: 570 orang
19 Februari 2026: 602 orang
20 Februari 2026: 628 orang.
Sementara itu, jumlah wisatawan asing yang masuk melalui pintu Cemorolawang tercatat sebagai berikut:
14 Februari: 49 orang
15 Februari: 48 orang
16 Februari: 102 orang
17 Februari: 80 orang
18 Februari: 47 orang
19 Februari: 70 orang
20 Februari: 58 orang.
(abq/abq)











































