Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan resmi mengubah nama Taman Kota di Jalan Pahlawan. Taman ikonik peninggalan Belanda di jantung kota ini sekarang bernama Taman Harmoni.
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mengatakan, penggantian nama itu melalui proses panjang. Dimulai dari usulan masyarakat, internal pemerintahan hingga kajian di kampus.
Kemudian digelar sarasehan yang dihadiri pemerintah dan perangkat daerah terkait, unsur DPRD, tokoh masyarakat, budayawan, sejarawan, camat, serta para kepala perangkat daerah. Dari hasil diskusi dan kesepakatan bersama, ditetapkan bahwa Taman Kota diberi nama "Taman Harmoni".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, ini sudah lama menjadi obrolan, baik di internal Pemerintah Kota Pasuruan, masyarakat, di warung kopi, hingga ruang kajian di kampus. Kita berharap Kota Pasuruan dengan sejarah besarnya tetap bisa kita rawat untuk menyongsong masa depan yang lebih baik," kata Adi Wibowo, Selasa (10/2/2026).
Mas Adi, sapaan Adi Wibowo, menegaskan bahwa Taman Kota bukan sekadar ruang hijau, melainkan ruang publik yang memiliki sejarah panjang dan menjadi tempat bertemunya masyarakat dari berbagai latar belakang. Kota Pasuruan dikenal sebagai kota multikultural dengan spirit religius yang kuat.
"Kita ingin menatap masa depan tanpa terpisah dari akar budaya dan sejarah, namun tetap siap menghadapi modernisasi," katanya.
Menurutnya, pemberian nama memiliki makna yang sangat penting karena mengandung doa dan harapan. Penamaan Taman Harmoni diharapkan menjadi jembatan sejarah antara masa lalu dan masa depan, agar generasi mendatang tidak terlepas dari akar budaya dan sejarah Kota Pasuruan.
Selain itu, gedung eks kantin di lingkungan Kantor Wali Kota resmi dinamakan "Gedung Groedo". Penamaan ini diharapkan mencerminkan nilai sejarah, budaya, dan identitas Kota Pasuruan.
"Gedung eks kantin memiliki aspek historis. Dengan memberi nama yang tepat dan bermakna, tentu akan menambah nilai dan wibawa gedung tersebut," tambahnya.
