Di antara deretan kafe kekinian dan pemandangan pegunungan di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, berdiri bangunan kontras dan mencolok, yakni Masjid Moekhlas Sidik, atau yang lebih populer dengan sebutan Masjid Merah. Terletak di Desa Durensewu, masjid ini telah bertransformasi menjadi ikon wisata religi anti-mainstream.
Jika mayoritas masjid di Indonesia umumnya didominasi warna hijau (identik dengan warga NU) atau biru (identik dengan Muhammadiyah), Masjid Moekhlas Sidik tampil beda. Seluruh bangunan mulai dari kubah besar hingga dinding utama diselimuti warna merah menyala.
Nama masjid ini merujuk pada sosok dermawan yang merupakan donatur utama pembangunan masjid ini. Ia adalah Laksamana Madya (Purn) TNI H Moekhlas Sidik, seorang purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Laut yang pernah menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu catatan prestisiusnya adalah keterlibatannya sebagai inspektur upacara saat pemecahan rekor dunia Guinness World Records untuk penyelaman massal di Manado tahun 2009. Masjid megah ini diresmikan pada 19 September 2019, sebuah tanggal cantik yang bertepatan dengan 19 Muharram 1441 Hijriah.
Masjid ini memiliki bentuk bangunan yang unik dengan delapan sudut saling bersilang atau oktagonal, tanpa kehadiran menara tinggi yang biasanya menjadi standar masjid besar.
Meskipun sempat ada spekulasi warna merah berkaitan dengan partai politik tertentu, warga setempat menegaskan warna merah melambangkan nasionalisme, simbol Merah Putih yang menyatukan segala perbedaan.
Lokasi Masjid Merah sangat strategis, hanya berjarak sekitar 2,3 km dari gerbang Taman Dayu. Lokasinya yang dikelilingi persawahan dan menghadap langsung ke Gunung Penanggungan, menambah kesan asri dan teduh untuk beribadah dan berwisata religi.
Beberapa fasilitas yang melengkapi keindahan masjid, di antaranya Waroeng Sumringah, Merdeka Bermain, dan berbagai spot foto Instagramable. Merdeka Bermain merupakan playground untuk keluarga, lengkap dengan permainan favorit seperti kereta dinosaurus.
Waroeng Sumringah merupakan restoran bernuansa merah (kursi, seragam, hingga ornamen) yang menyajikan menu andalan ayam goreng, bebek goreng, hingga tempe mendoan yang direkomendasikan. Suasana makin syahdu dengan iringan live music di panggung khusus.
Masjid ini juga memiliki banyak spot foto instagramable. Arsitektur klasiknya yang unik sering dijadikan latar konten TikTok maupun media sosial lain.
Masjid Merah beroperasi 24 jam penuh, melayani jemaah maupun musafir yang ingin beristirahat. Tidak ada biaya tiket masuk (gratis), pengunjung hanya perlu membayar parkir yang sangat terjangkau, yakni Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil.
Perpaduan arsitektur dan fasilitas memadai menjadikan Masjid Merah Moekhlas Sidik bukan sekadar tempat singgah untuk salat, melainkan destinasi religi yang direkomendasikan bagi detikers di Jawa Timur.
(auh/irb)











































