Even tahunan Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) resmi masuk Kharisma Even Nusantara (KEN) 2026. Keputusan Kementerian Pariwisata itu diharapkan akan mendongkrak kunjungan wisata daerah.
"Betul, sesuai rilis dari Kementerian Pariwisata, FJTT masuk KEN 2026. Ini yang pertama kali bagi Trenggalek," kata Kepala Bidang Pemasaran atau Promosi Pariwisata, Disparbud Trenggalek, Bambang Supriyadi, Senin (26/1/2026).
Pihaknya mengaku bersyukur akhirnya even tahunan tersebut diakui secara nasional. Proses tersebut merupakan buah dari komitmen Trenggalek dalam melestarikan festival jaranan selama puluhan tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"FJTT itu tahun kemarin sudah masuk even yang ke-29 dan tahun ini ke-30. Tentu setiap tahun terus kami perbaiki, sehingga acaranya semakin bagus dan terkonsep dengan baik," ujarnya.
Untuk bisa masuk KEN, even daerah harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain telah berjalan minimal tiga tahun berturut-turut, dikelola secara profesional dan bukan even sampingan.
"Sebetulnya kami sudah beberapa kali mengusulkan agar FJTT masuk KEN. Namun, setelah dikurasi baru tahun ini bisa masuk," jelasnya.
Selain festival jaranan, Disparbud Trenggalek juga sempat mengusulkan even tradisional Ngitung Batih di Kecamatan Dongko masuk dalam KEN. Namun, hingga kini belum mendapatkan persetujuan Kemenpar.
Bambang menjelaskan, di Jawa Timur ada 11 even yang masuk KEN 2026, di antaranya Festival Jaranan Trenggalek Terbuka, Festival Reog dan Grebeg Suro Ponorogo, Jember Fashion Carnival, Banyuwangi Ethno Carnival, Festival Rujak Ulek Surabaya, Tong Tong Night Market Kota Malang, Segoro Topeng Kaliwungu Lumajang, Gandrung Sewu Banyuwangi, Surabaya Vaganza: Festival Of Lights, Festival Ronthek Pacitan dan Festival Musik Tong Tong Sumenep.
"Trenggalek tentu bangga bisa mewarnai KEN 2026," imbuhnya.
Disparbud Trenggalek berharap masuknya FJTT dalam KEN akan memperkuat identitas budaya Trenggalek dan konsisten menjadi even bertaraf nasional.
"Harapannya identitas budaya semakin kuat, begitu tahu festival jaranan yang diingat Trenggalek. Seperti kalau Gandrung Sewu, pasti langsung tertuju pada Banyuwangi," jelas Bambang.
Pihaknya optimistis festival jaranan akan menjadi pintu masuk peningkatan kunjungan pariwisata di wilayah Trenggalek sekaligus pengungkit ekonomi lokal.
"Setelah masuk KEN, orang akan penasaran seperti apa sebetulnya potensi pariwisata Trenggalek," ujarnya.
Sementara itu dikonfirmasi terpisah Anggota DPR RI sekaligus Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini menyambut gembira masuknya FJTT dalam KEN 2026.
Pihaknya mengaku ikut serta dalam memperjuangkan FJTT agar layak dan bisa masuk dalam KEN 2026. "Alhamdulillah, mengawal aspirasi kemajuan daerah di Dapil VII dalam sektor pariwisatanya. Ini harus di sambut baik, dan di kawal oleh masing-masing pemerintah daerah dalam menyajikan event kreatif setiap tahunnya," kata Novita.
Tidak hanya sekadar masuk KEN, ia berharap, Jaranan Turangga Yaksa semakin dikenal oleh masyarakat di seluruh tanah air dan Trenggalek menjadi rumah jaranan Indonesia.
"Konsistensi pemerintah daerah dalam menyajikan kualitas even akan menjadi daya tarik wisata dan menggugah peningkatan wisatawan datang ke daerah," ujarnya.
Novita mengaku wilayah Dapil VII Jatim memiliki potensi besar dari sektor pariwisata, sebab selain FJTT terdapat dua even lain yakni Festival Reog Ponorogo dan Festival Ronthek Pacitan yang masuk dalam KEN 2026.
"Dengan terbukanya konektivitas dengan kementerian pariwisata, semoga dapat membawa dampak baik bagi pendapatan daerah dan masyarakatnya," jelasnya.
(auh/hil)











































