Berwisata ke kawasan Gunung Bromo terasa belum lengkap tanpa mencicipi durian khas lereng gunung. Salah satu destinasi yang kini ramai dikunjungi wisatawan adalah wisata agro petik durian di Dusun Waturiti, Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.
Wisata petik durian ini menawarkan pengalaman berbeda bagi para pencinta durian. Pengunjung tidak hanya menikmati buah durian segar, tetapi juga bisa berjalan langsung di kebun dan melihat ratusan pohon durian dari berbagai jenis.
Di kawasan wisata ini tersedia sekitar 27 jenis durian, mulai dari Musang King, Bawor, Durian Hitam, Matahari, Sunan, hingga durian lokal khas lereng Gunung Bromo. Total terdapat sekitar 250 pohon durian yang ditanam di lahan seluas 2,5 hektare.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wisata durian di lereng Gunung Bromo Foto: M Rofiq/detikJatim |
Sebelum menyantap durian, pengunjung diajak berkeliling kebun untuk mengenal beragam jenis durian beserta karakteristiknya. Pengelola juga memperlihatkan proses penurunan durian matang dari pohon menggunakan tali, sehingga kualitas buah tetap terjaga karena masak secara alami di pohon.
Setiap jenis durian memiliki ciri khas tersendiri, baik dari tekstur daging yang creamy, lumer, hingga kering, maupun dari cita rasa yang bervariasi, mulai dari manis, manis-pahit, hingga legit. Meski banyak durian unggulan tersedia, durian lokal Lumbang justru menjadi favorit wisatawan.
Durian lokal Lumbang dikenal memiliki aroma kuat, daging tebal, serta rasa manis dan legit. Jenis ini menjadi buruan utama pengunjung, bahkan mengalahkan durian-durian yang sudah lebih dulu populer.
Salah satu wisatawan asal Bogor, Ana Suryohadi, mengaku terkesan dengan kualitas durian lokal Lumbang.
"Dagingnya tebal, rasanya tidak hambar. Dari empat durian yang saya buka, semuanya bagus. Ini berbeda dengan durian dari daerah lain," ujarnya, Sabtu (24/1/2026).
Wisata durian ini merupakan milik pasangan suami istri Pungki Purwanto dan Khayatin yang berdiri sejak 2005. Setelah sempat tutup akibat pandemi, agro wisata petik durian Waturiti kini kembali bangkit dan menjadi destinasi favorit wisatawan, terutama saat musim durian.
Pungki Purwanto mengatakan, menjelang bulan puasa, kawasan Lumbang biasanya memasuki masa panen raya durian. Seluruh durian di kebunnya dibiarkan matang di pohon untuk menjaga kualitas rasa.
"Durian paling enak itu tergantung selera. Setiap jenis punya karakter rasa yang berbeda-beda. Di sini semuanya masak pohon," jelasnya.
Dalam satu musim durian, omset wisata petik durian di kawasan tersebut bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Ia menyebutkan, omzet yang diperoleh dalam satu musim panen bisa mencapai Rp 200 juta hingga Rp 300 juta. Meski demikian, perawatan kebun tetap menjadi tantangan karena setiap fase pertumbuhan tanaman membutuhkan perlakuan berbeda.
Hal serupa dirasakan Dian, wisatawan asal Jakarta, yang datang bersama keluarga. Ia mengaku durian lokal Lumbang memiliki rasa yang sangat manis dan segar.
"Rasanya mantap, paling manis. Makan durian langsung di kebunnya serasa panen sendiri," ungkapnya.
Bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi menikmati durian segar langsung dari kebun dengan suasana sejuk lereng Gunung Bromo, wisata petik durian di Lumbang ini bisa menjadi pilihan menarik.
(auh/hil)

