Dari kebun seluas satu hektare di Lumajang, durian bawor menjadi ladang cuan menjanjikan. Sekali panen, petani durian premium ini mampu meraup omzet hingga ratusan juta rupiah.
Inilah kesibukan petani durian premium Rohmatullah saat musim panen durian tiba. Dengan dibantu sejumlah pekerja, Rohmatullah membudidayakan durian bawor di lahan seluas satu hektare di Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.
Durian bawor mulai bisa dipanen setelah berusia empat tahun sejak ditanam. Jenis durian ini memiliki keunggulan dibandingkan varietas lain, di antaranya daging buah yang lebih tebal dengan rasa manis dan legit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat Budidaya Durian Bawor di Lumajang Foto: Nur Hadi Wicaksono |
"Di lahan seluas ini ada 148 tanaman durian. Durian bawor ini durian jumbo, paling kecil 3 kilo, yang besar bisa 8 kilo," ujar petani durian Rohmatullah kepada detikJatim, Senin (5/1/2026).
Saat musim panen tiba, durian bawor banyak diminati masyarakat. Sejumlah pembeli bahkan datang langsung ke kebun untuk menikmati durian segar di lokasi.
"Durian bawor salah satu yang punya ciri khas, warna kuning ke eronenan, rasanya manis, punel, lengket," ujar salah satu pembeli, Edi.
Satu buah durian bawor bisa mencapai berat hingga 8 kilogram. Durian premium ini dijual dengan harga Rp 80.000 per kilogram. Dari budidaya durian bawor tersebut, Rohmatullah mampu meraup cuan hingga Rp 300 juta setiap musim panen.
(auh/hil)












































