Menelusuri Situs Surowono, Warisan Nenek Moyang yang Jarang Orang Tahu

Menelusuri Situs Surowono, Warisan Nenek Moyang yang Jarang Orang Tahu

Muhammad Faishal Haq - detikJatim
Jumat, 23 Jan 2026 03:00 WIB
Berlokasi di Desa Canggu, Kec: Badas, Kediri, Jawa Timur. Salah satu tempat yg memiliki nilai histori yg tinggi untuk warga kediri dan sekitarnya. Candi ini merupakan peninggalan kerjaan Kadiri pada masa jayanya.
Candi Surowono. Foto: Instagram @kabupatenkediriku
Kediri -

Kabupaten Kediri menawarkan pesona wisata sejarah yang memadukan edukasi dan adrenalin. Di tengah populernya destinasi wisata modern, Situs Surowono di Desa Canggu, Kecamatan Pare, hadir sebagai permata tersembunyi (hidden gem) yang belum banyak diketahui publik luas.

Situs ini menawarkan pengalaman unik yang jarang ditemukan di tempat lain, memberikan pengalaman merangkak menyusuri sistem pengairan bawah tanah kuno peninggalan era Kerajaan Kediri dan Majapahit. Bagi pencinta sejarah, menelusuri lorong gelap Situs Surowono menjanjikan sensasi eksplorasi yang tak terlupakan.

Sejarah Situs Surowono

Dilansir dari laman resmi Diskominfo Jatim, Candi Surowono merupakan monumen peringatan (pendharmaan) bagi Bhre Wengker, seorang raja bawahan Majapahit pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan Kitab Negarakertagama, candi beraliran Hindu ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1400 Masehi, yakni dua belas tahun setelah wafatnya Raja Wengker pada 1388 Masehi, bertepatan dengan selesainya upacara Srada.

Berlokasi di Desa Canggu, Kec: Badas, Kediri, Jawa Timur. Salah satu tempat yg memiliki nilai histori yg tinggi untuk warga kediri dan sekitarnya. Candi ini merupakan peninggalan kerjaan Kadiri pada masa jayanya.Candi Surowono Foto: Instagram @kabupatenkediriku

Candi Surowono terbuat dari batu andesit dan memiliki denah persegi berukuran 7,8 x 7,8 meter dengan tinggi 4,72 meter. Dinding candi dihiasi oleh berbagai relief yang dominan mengisahkan cerita Arjuna Wiwaha, serta kisah Bubuksah Gagang Aking dan Sri Tanjung.

ADVERTISEMENT

Selain nilai sejarahnya, terdapat pula cerita rakyat yang disampaikan warga setempat mengenai adanya terowongan dan kolam kuno yang konon berfungsi sebagai pemandian para selir dan jalan pintas menuju candi, meskipun kebenarannya masih menjadi misteri.

Lorong Bawah Tanah

Situs Surowono menawarkan sensasi wisata petualangan menyusuri lorong bawah tanah (caving) yang menantang. Dikutip dari laman detiktravel, situs ini sejatinya merupakan sistem kanal pengairan kuno peninggalan era kerajaan yang dialiri air jernih dan tak pernah kering.

Daya tarik utamanya terletak pada variasi tingkat kesulitan saat menyusuri empat lorong yang tersedia. Pengunjung akan merasakan sensasi ruang yang semakin menyempit.

  • Lorong Pertama: Langit-langit masih tinggi, bisa dilalui dengan berjalan tegak.
  • Lorong Kedua: Langit-langit mulai rendah, pengunjung harus berjalan sambil menunduk.
  • Lorong Ketiga: Lorong kian sempit, memaksa pengunjung berjalan jongkok dengan air setinggi dada.
  • Lorong Keempat: Puncak petualangan dimana pengunjung harus merangkak di dalam air untuk bisa lewat.

Karena medan yang gelap total dan sempit, penelusuran wajib didampingi pemandu lokal dan menggunakan headlamp. Wisata ini sangat cocok bagi pencari pengalaman unik yang tidak keberatan basah kuyup demi menikmati struktur kuno yang eksotis.

Daya Tarik Situs

Berlokasi di Desa Canggu, Kec: Badas, Kediri, Jawa Timur. Salah satu tempat yg memiliki nilai histori yg tinggi untuk warga kediri dan sekitarnya. Candi ini merupakan peninggalan kerjaan Kadiri pada masa jayanya.Berlokasi di Desa Canggu. Salah satu tempat yg memiliki nilai histori yg tinggi untuk warga kediri dan sekitarnya. Candi ini merupakan peninggalan kerjaan Kadiri pada masa jayanya. Foto: Instagram @kabupatenkediriku

Daya tarik utama Situs Surowono terletak pada kekayaan seni pahat yang menyelimuti bangunan Candi. Dikutip dari laman Pusdatin Kemendikbudristek, Candi Surowono tercatat pada 2018 sebagai bangunan cagar budaya yang terletak di Kabupaten Kediri.

Di sana, pengunjung akan disambut oleh relief binatang dan cerita fabel Tantri yang menghiasi sekeliling kaki candi. Pesona artistik ini berlanjut ke bagian dinding tubuh candi yang merekam berbagai kisah epik masa lampau.

Mulai dari cerita Arjunawiwaha di sisi barat daya, kisah Bubuksah dan Gagang Aking di timur laut, hingga legenda Sri Tanjung yang terpahat di sisi tenggara, menjadikan candi ini layaknya lembaran cerita batu yang penuh makna.

Selain kemegahan arsitektur candi, kawasan ini juga menawarkan wisata air alami bernama Sendang Drajat yang berjarak hanya sekitar 300 meter dari situs utama. Sendang ini merupakan kolam renang alami dengan kesegaran mata air yang asri.

Tidak hanya sekedar tempat untuk berenang atau bersantai, Sendang Drajat juga memiliki daya tarik spiritual karena airnya diyakini oleh masyarakat setempat memiliki khasiat atau tuah tertentu bagi mereka yang membasuh diri di sana.

Kombinasi arsitektur candi yang sarat makna dan petualangan susur gua yang menantang menjadikan Situs Surowono sebagai destinasi paket komplit. Selain menjadi aset berharga bagi Desa Canggu, keberadaan situs ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran generasi muda akan kekayaan teknologi pengairan masa lampau.

Jika mencari alternatif wisata yang murah, menantang, sekaligus kaya wawasan budaya, maka menyusuri lorong gelap di Surowono adalah agenda yang wajib masuk dalam daftar kunjungan akhir pekan Anda.

Artikel ini ditulis Muhammad Faishal Haq, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.



(ihc/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads