Masjid An Nahdla menjadi salah satu ikon religi yang menarik perhatian masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid An Nahdla juga terkenal dengan bangunannya yang megah dan suasananya yang membuat nyaman.
Masjid ini kerap menjadi tujuan singgah jamaah maupun wisatawan religi. Keberadaan Masjid An Nahdla memiliki daya tarik tersendiri karena memadukan nilai spiritual, estetika bangunan, dan peran sosial bagi masyarakat sekitar.
Masjid An Nahdla berdiri di Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro Foto: Ainur Rofiq/detikJatim |
Sejarah Masjid An Nahdla Bojonegoro
Dikutip dari situs bojonegorokab.go.id, Masjid An Nahdla merupakan salah satu masjid yang terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Daya tampung masjid tersebut yakni 1.877 jemaah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masjid An Nahdla mulai dibangun pada 2020 di atas lahan seluas 2,9 hektare. Proyek ini merupakan inisiasi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebagai bentuk usaha menghadirkan ikon wisata religi baru di wilayah barat, tepat di perbatasan dengan Kabupaten Ngawi.
Pembangunan masjid dilakukan secara bertahap selama empat tahun dengan total anggaran lebih dari Rp 113 miliar. Setelah melewati proses panjang, masjid ini resmi dibuka untuk umum pada 27 Desember 2024, yang ditandai dengan pelaksanaan salat Jumat perdana.
Baca juga: Serba-serbi Masjid An Nahdla Bojonegoro |
Daya Tarik Masjid An Nahdla Bojonegoro
Salah satu daya tarik masjid An Nahdla Bojonegoro adalah arsitekturnya yang megah dengan menggabungkan gaya Timur Tengah dan ornamen Jawa. Gaya arsitektur tersebut menonjolkan keindahan yang berbeda daripada umumnya.
Struktur bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 2,9 hektare, dan dilengkapi dengan teras marmer, serta area ruang teduh yang luas menuju tempat wudu, memberi kesan elegan sekaligus nyaman bagi jemaah dan wisatawan yang berkunjung.
Selain itu, ornamen-ornamen di dalam kompleks masjid dirancang dengan filosofi yang mendalam. Setiap elemen yang ada memiliki makna simbolis yang memperkaya pengalaman spiritual pengunjung.
Kombinasi estetika visual dan nuansa yang religius ini menarik ribuan orang dari berbagai daerah, bahkan termasuk wisatawan dari luar negeri untuk berkunjung dan menikmati keindahan serta ketenangan suasana di masjid tersebut.
Masjid An Nahdla Bojonegoro. Foto: Ainur Rofiq |
Filosofi Masjid An Nahdla
Arsitektur bangunan masjid ini merupakan hasil kemasan Dinas Cipta Karya Pemkab Bojonegoro. Mereka membuat seluruh komplek di masjid tersebut memiliki makna dan filosofi tersendiri.
Masjid tersebut terinspirasi dari bintang dan bulan sabit yang sudah lekat dalam keislaman. Selain itu, ada kombinasi garis lengkung karakter bulan yang berpadu dengan garis zig-zag dari karakter bintang, sehingga menghasilkan suatu gerak dinamis dan terkesan berani.
Filosofi masjid ini yakni orang-orang yang terpilih atau derajat yang tinggi. Hal ini membuat ruangan tersebut hanya bisa diisi maksimal 99 jemaah, pancuran air untuk bersuci juga dibuat 99, dan ruang parkir di masjid ini pun dibuat dengan kapasitas 99 mobil yang bermakna Asmaul Husna.
Masjid An Nahdla juga menghadirkan suasana teduh dan sejuk dengan cahaya bulan yang lembut, gemericik air, dan taman hijau yang kaya akan oksigen, sehingga jemaah lebih nyaman dan khusuk saat beribadah.
Adapun bangunan tiga levelnya yang mewakili Iman, Islam, dan Ihsan dengan lima kelompok trap yang melambangkan 17 rakaat salat wajib sehari. Simbolisme masjid juga tampak dari sembilan pancuran dan tiang yang mewakili Wali Songo.
Empat pintu masuk serta kubah utama dan empat kubah anak yang melambangkan empat mazhab, lima kubah utama untuk rukun islam, dan 25 kubah selasar yang mewakili Nabi dan Rasul. Setiap elemen dirancang harmonis, menggabungkan nilai spiritual, filosofi Islam, dan keindahan visual.
(auh/irb)













































