Kota Malang Targetkan 3,4 Juta Wisatawan Sepanjang 2026

Kota Malang Targetkan 3,4 Juta Wisatawan Sepanjang 2026

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 10 Jan 2026 15:20 WIB
Kota Malang Targetkan 3,4 Juta Wisatawan Sepanjang 2026
Suasana di Kampung Kayutangan Heritage.(Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Kota Malang -

Pemerintah Kota Malang menargetkan angka kunjungan wisatawan tahun 2026 sebanyak 3,4 juta orang. Tahun kemarin, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 3,3 juta.

"Pada 2026 kami menetapkan target 3,4 juta wisatawan," ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Baihaki kepada wartawan, Sabtu (10/1/2026).

Menurut Baihaki, target kunjungan wisatawan tahun 2025 sebanyak 3,3 juta orang. Namun realisasinya melebihi target yakni 3,4 juta wisatawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Angka kunjungan wisata di Kota Malang pada 2025 mencapai 3,4 juta orang, sedangkan targetnya 3,3 juta orang," bebernya.

ADVERTISEMENT

Baihaki mengaku, target kunjungan wisata tidak sembarangan dilakukan karena pihaknya terlebih dahulu melihat pada angka realisasi sepanjang tahun sebelumnya.

Jika dipersentasekan, maka capaian kunjungan wisatawan ke Kota Malang pada 2025 mencapai sekitar 103 persen dari target.

Berdasarkan data rincian yang diterima dari Disporapar Kota Malang, pada 2025 angka kunjungan masih didominasi oleh wisatawan nusantara yang sebanyak 3,3 juta orang. Sedangkan, wisatawan mancanegara sejumlah 78.298 orang.

Destinasi tertinggi menjadi tujuan wisatawan adalah kawasan Kayutangan Heritage. Bahkan selama liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 angka kunjungan wisatawan di Kayutangan mencapai 5 sampai 6 ribu orang per hari.

"Itu sangat berkontribusi terhadap kunjungan wisata, disamping destinasi wisata Hawai dan Kampung Warna Warni juga bagus," ujarnya.

Meski target meningkat, Disporapar tak melakukan pengembangan maupun penambahan destinasi pariwisata.

Oleh karena itu, pihaknya akan memaksimalkan destinasi pariwisata yang telah ada dengan melakukan penguatan pada aspek perawatan agar tetap optimal dan menarik di mata pelancong.

Baihaki menambahkan, pihaknya turut menekankan kepada setiap pelaku usaha di bidang industri wisata. Seperti agen perjalan, hotel, dan restoran supaya terus meningkatkan pelayanan kepada wisatawan.

Langkah tersebut sekaligus sebagai persiapan menghadapi musim liburan pada awal 2026, khususnya ketika Hari Raya Idul Fitri.

"Karena wisatawan harus memiliki kesan yang menyenangkan sehingga bisa kembali ke Kota Malang," pungkasnya.




(auh/hil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads