Malang tidak hanya dikenal sebagai kota wisata dan surga kuliner di Jawa Timur. Lebih dari itu, wilayah ini juga memiliki komoditas kopi unggulan yang kualitasnya diakui hingga pasar internasional. Berbagai jenis kopi asal Malang bahkan telah diekspor ke sejumlah negara.
Keunikan cita rasa kopi Malang yang khas membuat banyak wisatawan penasaran untuk mencicipinya. Tak sedikit pula perkebunan kopi yang kini dikembangkan sebagai destinasi wisata petik kopi, terutama menjelang masa panen. Bagi detikers yang ingin mengenal lebih dekat kopi Malang, berikut ulasan lengkapnya.
Malang sebagai Penghasil Kopi Berkualitas
Meski tidak diketahui secara pasti kapan kopi pertama kali masuk ke Kabupaten Malang, jejak sejarah menunjukkan bahwa tanaman kopi telah dibudidayakan sejak era kolonial Belanda sekitar tahun 1800-an. Sejak masa itu, Malang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan, terutama di wilayah Dampit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontur tanah Kabupaten Malang yang berada di ketinggian sekitar 500-600 meter di atas permukaan laut (mdpl) dinilai sangat ideal untuk menghasilkan kopi berkualitas tinggi. Kondisi geografis inilah yang membuat kopi Malang memiliki aroma dan karakter rasa yang khas.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur tahun 2021, luas tanaman kopi di Kabupaten Malang mencapai 20.595 hektare, dengan produksi kopi arabika dan robusta yang terus berkembang hingga saat ini.
5 Daerah Penghasil Kopi Terbaik di Malang
Bagi detikers yang tertarik mengunjungi pusat budidaya kopi di wilayah Malang raya, berikut 5 daerah penghasil kopi di Malang:
1. Tirtoyudo
Ilustrasi Panen Kopi Foto: Agung Pambudhy |
Tirtoyudo merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Malang yang dikenal sebagai penghasil kopi terbaik sejak masa kolonial. Kualitas kopi dari daerah ini telah diakui sejak zaman Belanda. Berdasarkan catatan sejarah, di Tirtoyudo pernah berdiri pabrik kopi besar dengan perkebunan bernama Tretes Panggung yang memproduksi kopi robusta.
Pada tahun 1912, produksi kopi di wilayah ini tercatat mencapai 276 ton, sebagaimana tertulis dalam buku Kopi Indonesia Tiga Abad. Hingga lebih dari satu abad kemudian, Tirtoyudo tetap konsisten menjadi sentra produksi kopi yang patut dilestarikan.
2. Dampit
Ilustrasi Kebun Kopi Foto: Agung Pambudhy |
Selain Tirtoyudo, Kecamatan Dampit juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Malang. Salah satu pabrik kopi ternama di wilayah ini adalah Asal Jaya, yang telah dikenal di dunia kopi internasional.
Kopi Dampit kerap menjadi pilihan pasar ekspor. Bahkan, kopi merek Amstirdam asal Dampit telah diekspor ke sekitar 45 negara, termasuk pasar Eropa. Kualitas dan cita rasanya yang khas membuat kopi Dampit banyak dijual di kedai kopi dan menjadi favorit pecinta kopi.
3. Sumbermanjing
|
Sumbermanjing Wetan, khususnya Desa Harjokuncaran, juga merupakan produsen kopi unggulan di Kabupaten Malang. Mayoritas masyarakat di daerah ini berprofesi sebagai petani kopi dan tebu. Perkebunannya didominasi oleh tanaman kopi robusta.
Kopi robusta khas Sumbermanjing dikenal memiliki cita rasa kuat dan diyakini sebagai cikal bakal kopi robusta di Indonesia. Salah satu perkebunan bersejarah di kawasan ini adalah Kebun Sumber Asin, yang hingga kini masih konsisten menghasilkan kopi berkualitas.
Menariknya, produktivitas kopi di Sumbermanjing terbilang tinggi. Dalam satu hektare lahan, petani mampu menghasilkan 4-5 ton kopi robusta, angka yang lebih tinggi dibandingkan produktivitas kopi di Vietnam yang rata-rata mencapai 3 ton per hektare.
4. Ampelgading
Ilustrasi Kebun Kopi Foto: Rifkianto Nugroho |
Kecamatan Ampelgading juga diakui memiliki potensi besar sebagai penghasil kopi berkualitas. Meski namanya belum sepopuler daerah lain, Ampelgading menghasilkan biji kopi robusta dengan cita rasa khas.
Luas perkebunan kopi di Ampelgading mencapai sekitar 1.940 hektare, dengan potensi produksi hampir 1.336 ton per tahun. Potensi ini turut dikembangkan oleh masyarakat setempat menjadi desa wisata berbasis kopi.
5. Wonosari
Ilustrasi Kebun Kopi Foto: iStock |
Daerah Wonosari, tepatnya di Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, juga menjadi salah satu sentra kopi robusta terbaik di Malang. Desa ini mampu memproduksi sekitar 260 ton kopi robusta per tahun.
Selain mengolah kopi menjadi produk siap jual, masyarakat setempat juga memanfaatkan perkebunan sebagai objek wisata edukasi. Wisata petik kopi menjadi daya tarik utama, di mana wisatawan dapat merasakan pengalaman mulai dari memetik biji kopi hingga proses penyeduhan. Pengalaman ini menjadikan wisata kopi di Wonosari semakin diminati.
Dengan potensi alam, sejarah panjang, serta cita rasa kopi yang khas, Malang terus mengukuhkan diri sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia, sekaligus destinasi wisata kopi yang layak untuk dijelajahi.
Artikel ini ditulis Eka Fitria Lusiana, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.
(ihc/hil)





