Dufan Durian Fantasi Batu Surganya Musang King hingga Black Thorn

Dufan Durian Fantasi Batu Surganya Musang King hingga Black Thorn

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Jumat, 02 Jan 2026 07:00 WIB
Dufan Durian Fantasi Batu Surganya Musang King hingga Black Thorn
Wisata Durian Fantasi Kota Batu/Foto: M Bagus Ibrahim
Kota Batu -

Bagi wisatawan yang masih bingung mencari tempat healing, Kota Batu menawarkan destinasi unik bernama Dufan. Namun, Dufan yang satu ini bukanlah taman rekreasi seperti di Jakarta, melainkan singkatan dari Durian Fantasi, sebuah wisata edukasi dan kuliner durian yang berada di Jalan Abdul Gani Atas, Kota Batu, Jawa Timur.

Dufan menjadi surga bagi para pencinta durian yang ingin merasakan sensasi menyantap buah durian langsung di tengah kebunnya. Bagi wisatawan yang mengaku durian holic, tempat ini kerap disebut sebagai mimpi yang menjadi nyata.

Tak hanya menyajikan durian lokal, Dufan juga menawarkan beragam varietas durian premium yang biasanya dibanderol mahal di pusat perbelanjaan. Mulai dari Musang King, Bawor, hingga Black Thorn yang terkenal dengan rasa manis legitnya, dapat dinikmati langsung di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengunjung juga diajak melihat langsung pohon durian, belajar cara memilih bibit unggul, hingga memahami faktor yang memengaruhi kualitas rasa buah. Penataan kebun yang rapi dan bersih membuat suasana semakin nyaman dan betah untuk berlama-lama.

Selain wisata kuliner, Dufan Durian Fantasi juga menyediakan berbagai spot menarik yang cocok dijadikan lokasi berfoto maupun membuat konten video untuk media sosial, menjadikannya destinasi yang ramah keluarga sekaligus favorit wisatawan muda.

ADVERTISEMENT

Sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan, pengelola Dufan berencana menerapkan konsep Zero Waste. Limbah durian, mulai dari kulit hingga bijinya, akan diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Konseptor Dufan, Sujono Djonet, mengatakan kulit durian nantinya akan diolah menjadi pupuk organik, sementara bijinya dimanfaatkan menjadi tepung sebagai bahan baku pembuatan roti.

"Konsepnya memang menumbuhkan zero waste guna menjalankan prinsip ekonomi sirkulasi. Limbah-limbah tersebut tidak dibuang begitu saja," kata Djonet kepada awak media, Jumat (2/1/2026).




(ihc/hil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads