Jika Ponorogo terkenal dengan gemuruh Reognya, maka Gua Maria Fatima adalah bisikan lembut yang melengkapi kota ini. Di sini, seseorang bisa berhenti sejenak dari hiruk pikuk, memunguti ketenangan yang tercecer, dan pulang dengan hati yang sedikit lebih ringan.
Gua Maria yang terletak di Desa Klepu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, ini berada di sisi barat lereng Gunung Wilis, tidak jauh dari Gua Maria Pohsarang di sisi timur. Gua Maria Fatima menjadi ceruk rohani yang menampung langkah-langkah peziarah dari berbagai penjuru.
Patung 5 Meter yang Menyapa Tanpa Kata
Begitu memasuki area Desa Klepu, udara langsung berubah. Pelataran doa menghadap ke hamparan bukit. Langit di sini tampak lebih dekat, dan gemerisik pinus menghasilkan sejuk yang mengelus kulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari kejauhan terlihat sosok Maria Fatima setinggi 5 meter berdiri dalam diam yang megah. Bukan diam yang kosong, tapi diam yang paham bahwa setiap orang datang menyandarkan beban beragam.
Sendang yang Menolak Kering
Dekat dari gua, sebuah sumber air pegunungan mengalir tanpa lekang. Ketika musim kemarau membuat sawah pucat dan sungai menipis, sendang ini tetap bersuara lirih, jernih, setia.
Warga desa mengambilnya sebagai berkah harian, sementara peziarah membawanya pulang sebagai denyut kecil dari harapan. Airnya dingin, bening, dan memiliki cara tersendiri untuk menyalakan rasa syukur.
Perjalanan menuju gua bukan hanya perjalanan fisik, tapi perjalanan menyusuri kerja hati warga. Aksesnya sudah baik, dengan penunjuk jalan yang ditanam oleh penduduk seperti sambutan hangat bernama keramahan.
Dari area parkir, batu-batu yang dulu dikumpulkan oleh tangan warga, satu per satu membentuk jalurnya. Setiap pijakan mengingatkan bahwa tempat ini bukan sekadar lokasi ibadah, tapi karya nyata sebuah desa.
Sejak dibuka tahun 1988, Gua Maria Fatima tumbuh dari sumbangan hati, bukan dana besar. Tahun 2001, renovasi besar akhirnya dilakukan. Kini kawasan seluas 3.000 meter persegi ini sanggup menampung hingga 3.000 umat saat misa besar berlangsung.
Tidak ada tiket masuk, karena tempat ini bukan dibuat untuk dijual. Hanya ada kotak persembahan yang berdiri dengan rendah hati, memberi kesempatan tanpa menagih.
Ruang di Gua Maria Fatima
Gua Maria Fatima bukan sekadar tempat berdoa, melainkan ruang batin yang mengundang peziarah untuk sejenak berhenti dari hiruk pikuk keseharian. Setiap sudut gua berikut ini menghadirkan keteduhan, memberi ruang bagi refleksi, pengharapan, dan penyerahan diri yang lahir dari hati paling dalam.
- Plaza doa yang lapang
- Aula sederhana
- Toilet lebih dari satu titik
- 14 perhentian Jalan Salib
- Rimbunan pinus yang memayungi angin
- Sumber air alami
- Tempat parkir yang cukup lega
Selain memanjatkan doa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ziarah berjalan khidmat dan nyaman. Pengunjung disarankan mengenakan alas kaki yang nyaman, mengingat jalur yang dilalui tidak selalu datar dan kerap menanjak.
Membawa air minum serta topi juga penting untuk menjaga kondisi tubuh, terutama saat cuaca panas. Di area doa, sikap hening perlu dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap umat lain yang sedang berdoa.
Pengunjung juga diharapkan memperhatikan jalur serta mengikuti petunjuk dari pengelola demi keselamatan bersama. Bagi yang ingin mengikuti misa, sebaiknya memperhatikan waktu khusus yang telah ditentukan agar dapat beribadah dengan tertib dan khusyuk.
Setiap Mei dan Oktober, Desa Klepu berubah menjadi desa ziarah. Umat dari Surabaya, Malang, Yogyakarta, hingga Jakarta datang bersama keluarga. Doa-doa bertarung menanti jawaban.
Momentum tradisi tirakatan malam Jumat Kliwon menjadi sebuah ritual sederhana yang diwariskan turun-temurun oleh sesepuh Stasi Klepu. Saat itu, gua menjadi lebih sunyi dari biasanya, namun juga lebih hidup dalam cara yang sulit dijelaskan.
Bukan hanya umat Katolik yang menyapa, tapi beberapa pengunjung singgah untuk berjalan-jalan, berswafoto, atau hanya ingin mengambil air. Segalanya diterima dengan hangat, membuat tempat ini menjadi wajah kerukunan yang tumbuh alami tanpa dipaksa.
(auh/irb)











































