Kabupaten Magetan tidak hanya dikenal dengan pesona alam lereng Lawu yang menawan, tetapi juga memiliki kekayaan budaya. Salah satunya adalah batik Sidomukti atau batik Pring Sedapur.
Batik ini merupakan karya khas dari Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, yang kini dikenal luas sebagai Kampung Batik Sidomukti, sentra batik tulis yang melestarikan motif bambu sebagai simbol kehidupan dan kebersamaan masyarakatnya.
Sejak tahun 1970-an, masyarakat Sidomukti telah menjadikan kegiatan membatik sebagai sumber penghidupan utama. Ciri khasnya terletak pada motif bambu atau pring yang melambangkan kehidupan, keteguhan, dan kebersamaan masyarakat desa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, warisan tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi dikembangkan menjadi wisata edukatif dan budaya yang menarik wisatawan untuk datang dan belajar langsung proses pembuatan batik tulis khas Magetan.
Sejarah dan Arti Filosofis Batik Sidomukti
Nama Sidomukti berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu sido yang berarti terus-menerus dan mukti yang berarti mulia dan sejahtera. Karena itu, batik Sidomukti mengandung doa dan harapan agar kehidupan pembuat maupun pemakainya senantiasa diliputi keberkahan, kemuliaan, dan kesejahteraan.
Sejak awal berkembangnya batik pada tahun 1970-an, hampir setiap rumah di Sidomukti memiliki perajin batik. Pada 2018, BUMDes Sidomukti mulai aktif menggandeng kelompok-kelompok perajin.
Mereka diberdayakan untuk mengembangkan produksi, promosi, hingga pemasaran secara lebih modern. Upaya ini membuat batik Sidomukti tidak hanya bertahan, tetapi juga dikenal hingga ke luar daerah.
Variasi Batik di Kampung Wisata Sidomukti Magetan Foto: Jadesta Kemenparekraf |
Kelompok batik seperti Mukti Rahayu di Dusun Papringan menjadi salah satu pelopor dalam menjaga tradisi. Awalnya hanya ada tujuh pembatik aktif, kini jumlahnya meningkat menjadi belasan orang yang terus melestarikan kearifan lokal melalui goresan malam di atas kain.
Ciri paling menonjol dari batik Sidomukti adalah motif Pring Sedapur, yang menggambarkan rumpun bambu tegak dan biasanya dihiasi gambar bulan di bagian atas. Motif ini dipilih karena wilayah Sidomukti, khususnya Dusun Papringan, memang dikelilingi tanaman bambu yang rimbun.
Selain Pring Sedapur, ada pula motif lain seperti Jalak Lawu, Cucak Rowo, Pring Temu Rose, hingga Parang Rusak. Warna-warna yang digunakan cenderung berani dan segar-merah, hijau muda, serta kuning-mencerminkan semangat dan karakter masyarakat Magetan yang dinamis.
Proses pembuatan satu lembar batik tulis Sidomukti membutuhkan waktu antara tiga hingga tujuh hari, tergantung tingkat kerumitan motifnya. Kini, para pembatik juga mulai berinovasi dengan mengombinasikan motif tradisional dan modern agar tetap diminati pasar.
Pemilihan bambu sebagai ikon utama bukan tanpa alasan. Bambu dikenal sebagai tanaman yang tumbuh berkelompok dan tetap kuat meski diterpa angin. Dari sinilah lahir filosofi kehidupan masyarakat Sidomukti, yaitu manusia tidak bisa hidup sendiri dan harus menjunjung tinggi kebersamaan.
Selain itu, bambu juga memiliki nilai perjuangan yang mendalam. Pada masa penjajahan, bambu runcing menjadi simbol perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajah. Melalui motif Pring Sedapur, para perajin Sidomukti ingin menyampaikan pesan tentang semangat, persatuan, dan keteguhan dalam menghadapi kehidupan.
Daya Tarik Wisata Kampung Batik Sidomukti
Kini, Kampung Batik Sidomukti bukan hanya pusat produksi kain batik, tetapi berkembang menjadi destinasi wisata edukatif. Berdasarkan situs Jadesta Kemenparekraf, desa ini menawarkan beragam pengalaman wisata berbasis budaya dan pertanian.
Aktivitas Wisata di Sidomukti Magetan Foto: Jadesta Kemenparekraf |
Pengunjung yang datang ke Kampung Batik Sidomukti dapat menikmati berbagai aktivitas menarik yang berpadu antara unsur edukasi dan kearifan lokal. Mereka bisa belajar membuat tempe tradisional dengan cara khas warga setempat.
Termasuk juga ikut merasakan aktivitas di kebun atau sawah, hingga melihat secara langsung proses pemeliharaan sapi pedaging. Tak hanya itu, wisatawan juga diajak mengunjungi area pembibitan sayur dan berinteraksi dengan para pengrajin anyaman serta perajin furnitur lokal.
Melalui berbagai kegiatan ini, pengunjung tak sekadar berwisata, tetapi juga memperoleh pengalaman autentik tentang kehidupan masyarakat desa yang sederhana dan penuh nilai budaya.
Paket Wisata Kampung Batik Sidomukti Magetan Foto: Jadesta Kemenparekraf |
Paket Wisata Batik Sidomukti
Selain itu, Kampung Batik Sidomukti juga menawarkan sejumlah paket wisata edukatif yang dapat dipilih sesuai minat pengunjung. Setiap paket dirancang untuk memberikan pengalaman langsung mengenal budaya, kerajinan, dan kehidupan masyarakat desa secara lebih mendalam. Berikut daftarnya.
Paket 1 Rp 175.000
Cocok bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman singkat namun lengkap. Dalam paket ini, pengunjung akan diajak berkeliling desa bersama pemandu lokal, mencoba praktik membatik, mengamati peternakan warga, serta berkunjung ke kebun jeruk pamelo khas Magetan. Paket ini juga sudah mencakup transportasi lokal, makanan ringan, dan makan siang.
Paket 2 Rp 295.000
Paket ini memberikan pengalaman lebih mendalam melalui program homestay selama satu hari satu malam. Wisatawan dapat mengikuti kegiatan pembibitan tanaman dan tracking di area persawahan.
Dalam paket itu juga bisa menikmati barbeque di malam hari, serta mencoba praktik membatik dan observasi peternakan. Semua kegiatan dilengkapi dengan sajian makanan dan camilan khas desa yang menambah kesan hangat.
Paket 3 Rp 420.000
Paket ini cocok bagi yang ingin menikmati suasana pedesaan lebih lama. Selama dua hari dua malam, peserta homestay akan diajak berkebun, belajar menganyam bersama warga, serta menikmati barbeque.
Wisatawan juga diajak melakukan tracking sawah, serta mendalami proses pembuatan batik khas Sidomukti. Paket ini menawarkan pengalaman menyeluruh yang memadukan edukasi, budaya, dan keakraban khas masyarakat desa.
Kampung Batik Sidomukti menjadi contoh nyata bagaimana warisan budaya lokal dapat terus hidup berdampingan dengan modernisasi. Melalui dukungan pemerintah, BUMDes, serta komunitas pembatik, desa ini berhasil menjadikan batik bukan sekadar tradisi, tetapi sumber inspirasi dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Jika berkunjung ke Magetan, jangan lewatkan kesempatan untuk datang langsung ke Sidomukti. Di sana, kamu tidak hanya bisa membawa pulang selembar kain batik penuh makna, tetapi juga cerita tentang ketekunan, filosofi hidup, dan kebanggaan lokal dari kaki Gunung Lawu.
(ihc/irb)












































Variasi Batik di Kampung Wisata Sidomukti Magetan Foto: Jadesta Kemenparekraf
Aktivitas Wisata di Sidomukti Magetan Foto: Jadesta Kemenparekraf
Paket Wisata Kampung Batik Sidomukti Magetan Foto: Jadesta Kemenparekraf