Walkot Eri Perbarui Konsep Wisata Mangrove Gunung Anyar dan Medokan Ayu

Walkot Eri Perbarui Konsep Wisata Mangrove Gunung Anyar dan Medokan Ayu

Esti Widiyana - detikJatim
Kamis, 29 Sep 2022 01:05 WIB
Eri Cahyadi saat mengecek lokasi mangrove Gunung Anyar dan Medokan Ayu
Eri Cahyadi saat mengecek lokasi mangrove Gunung Anyar dan Medokan Ayu. (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)
Surabaya -

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tengah memperbarui konsep wisata 'Kebun Raya Mangrove' dengan menata wisata alam dan konservasi Mangrove Gunung Anyar dan Medokan Sawah agar menarik bagi wisatawan asing.

Eri ingin menjadikan 2 kawasan itu sebagai wisata edukasi sekaligus penelitian. Menurutnya, Mangrove Gunung Anyar dan Medokan Sawah memiliki potensi luar biasa untuk menjadi salah satu ikon baru di Kota Pahlawan.

"Kota Surabaya adalah kota yang besar, yang sangat amazing (luar biasa). Mangrove Gunung Anyar dan Medokan Sawah akan kami ekspose menjadi ikon Kota Surabaya," kata Eri kepada wartawan, Selasa (28/9/2022).

Eri menegaskan bahwa pembaharuan konsep 'Kebun Raya Mangrove' itu akan segera dilakukan.

Khusus wilayah Mangrove Gunung Anyar fokus pembaharuan akan dilakukan pada wahana perahu atau susur sungai yang dia harap lebih menonjolkan sisi paling eksotis.

"Sepanjang susur sungai itu kita akan melihat 57 spesies tumbuhan Mangrove dan 28 jenis burung," ujarnya.

Melalui pembaharuan konsep wisata itu, Eri benar-benar berharap destinasi mangrove di Surabaya bisa menjadi wisata edukasi dan penelitian.

Menurutnya, Surabaya mampu menunjukkan keindahan alam dengan menjadikan Mangrove Gunung Anyar dan Medokan Sawah jadi destinasi wisata alam.

Pada 2023 mendatang ia targetkan kawasan wisata alam itu sudah bisa dinikmati pengunjung. Mulai dari spot foto, edukasi, hingga wisata bermain anak (outbond).

"Ada eksotika alam yang akan kami ekspose, Insyaallah, saya yakin, akan menjadi jujukan yang luar biasa. Karena seperti kawasan wisata Romokalisari, kami telah berupaya dengan semua travel terkait dengan kunjungan ke sana. Insyaallah pada Desember 2022 sudah selesai dan kami sempurnakan lagi di tahun 2023," katanya.

Eri mengatakan, masih banyak warga yang belum tahu bahwa Surabaya punya destinasi wisata alam. Ia ingin tunjukkan bahwa Kota Pahlawan juga menyimpan keindahan destinasi wisata alam.

Selain wisata heritage, pihaknya juga akan memanfaatkan destinasi wisata alam ini untuk kepentingan umat agar semua kegiatan ekonomi bergerak.



Simak Video "Kilas Balik Pertempuran 10 November di Tugu Pahlawan Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)