Ribuan Pendaki Diprediksi Rayakan HUT ke-77 RI di Gunung Penanggungan

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Selasa, 09 Agu 2022 17:15 WIB
gunung penanggungan
Gunung Penanggungan Mojokerto ( Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Sekitar 4.000 pendaki diprediksi bakal merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-77 di puncak Gunung Penanggungan, Mojokerto. Berbagai persiapan dilakukan pengelola jalur pendakian untuk menyambut para pendaki dari berbagai daerah di Jatim.

Jalur pendakian Tamiajeng di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto menjadi rute paling favorit di kalangan pendaki. Sebab, jalur ini terkenal landai sehingga ramah untuk para pemula. Sejak tahun 2013, jalur ini dikelola Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sumber Lestari.

Selain Tamiajeng, para pendaki juga bisa memilih dua jalur via Kabupaten Mojokerto untuk mencapai puncak Gunung Penanggungan 1.653 mdpl. Yaitu jalur Jolotundo di Desa Seloliman, Trawas dan jalur Kunjorowesi di Kecamatan Ngoro. Sedangkan jalur Kedungudi, Trawas sudah ditutup.

"Jalur pendakian yang dibuka Tamiajeng, Jolotundo dan Kunjorowesi. Kalau Kedungudi ditutup karena kontraknya tidak diperpanjang oleh Perhutani," kata Sekretaris LMDH Sumber Lestari, Khoirul Anam kepada detikJatim, Selasa (9/8/2022).

Anam memprediksi 4.000 pendaki bakal merayakan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus nanti. Menurutnya, jumlah pendaki pada momen tersebut akan naik sampai 8 kali lipat dibandingkan hari-hari biasa. Membeludaknya pendaki bakal berlangsung sejak 16 Agustus sore.

"Karena jalur Kedungudi ditutup, praktis banyak lewat Tamiajeng. Tahun lalu di Tamiajeng saja sekitar 4.000 pendaki," terangnya.

Mengantisipasi membeludaknya pendaki, lanjut Anam, pihaknya bekerja sama dengan Welirang Community, serta Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU dan Tagana Kabupaten Mojokerto. Seperti tahun-tahun sebelumnya, biasanya banyak komunitas pecinta alam yang bergabung menjadi relawan.

"Estimasi relawan yang kami siapkan sesuai permintaan kami dari Welirang Community 15 orang, LPBI NU 25 orang, Tagana 10 orang. Mereka menyebar dari posko registrasi, pos 2, pos 3, pos 4, antara pos 4 dengan puncak bayangan, di puncak bayangan, serta di atas puncak bayangan ada 2 titik," jelasnya.

Untuk mendaki ke Gunung Penanggungan, kata Anam, setiap pendaki wajib melakukan registrasi dan membayar Rp 10 ribu di Pos Tamiajeng. Pihaknya akan membekali setiap kelompok pendaki dengan kantong plastik untuk membawa turun sampah.

Anam mengimbau para pendaki memakai sepatu, jaket, tenda, sleeping bag, obat-obatan, serta makanan. Air minum juga tak kalah penting untuk mencegah dehidrasi. Masing-masing pendaki diimbau membawa minimal 3 liter air minum.

"Sebagai apresiasi kalau turun bawa sampah, kami ganti dengan stiker pendakian Gunung Penanggungan Pos Tamiajeng. Bagi pendaki dari luar daerah bisa menjadi kenang-kenangan," tandasnya.



Simak Video "Momen Meriah Kirab Budaya 17 Agustus di Monas"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)