Ingin Berlibur ke Museum Angkut? Ini Harga Tiketnya

Muhammad Aminudin - detikJatim
Minggu, 24 Apr 2022 05:01 WIB
Museum Angkut Kota Batu
Museum Angkut Kota Batu (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Kota Batu -

Museum Angkut bisa jadi destinasi favorit menghabiskan liburan kala berada di Kota Batu. Di sini, pengunjung bisa berwisata sambil belajar mengenal transportasi. Lalu, berapa harga tiket Museum Angkut?

Jatim Park Grup (JTP) selaku induk perusahaan pengelola Museum Angkut baru-baru ini merilis harga tiket taman rekreasi dan bermain yang dimilikinya, termasuk Museum Angkut.

Tiket Museum Angkut sebesar Rp 100 ribu per orang. Dengan harga tiket sebesar itu, pengunjung bisa puas mengenal dan mengetahui ratusan koleksi kendaraan klasik di sini.

Selain itu, pengunjung juga bisa benar-benar menikmati sensasi mengendarai mobil superhero. Dengan Teknologi Virtual Reality (VR), yang memuat 10 orang sekaligus, Anda dapat berkendara bersama keluarga dan menikmati suasana menegangkan.

Setelah puas bermain VR mobil superhero, pengunjung bisa melanjutkan jalan-jalan di Zona Istana Buckingham, di mana menampilkan versi nyata dari tahta Ratu Elizabeth, taman dan berbagai jenis karakteristik Inggris Raya.

Zona Las Vegas tak kalah menarik dengan beragam spot-spot unik. Di situ, pengunjung bisa melihat beragam ornamen-ornamen unik yang didesain layaknya kota yang dijuluki 'Sin City' tersebut.

Meskipun tidak ada tempat untuk berjudi di area Las Vegas Museum Angkut seperti di tempat asalnya, Anda tetap bisa merasakan gemerlap kota dengan ciri khas glamour tersebut. Berbagai jenis ornamen seperti pajangan-pajangan bar, kasino, tempat judi, hotel mewah, restoran terkenal, dan masih banyak lagi. Ada juga beberapa mobil dan motor klasik yang dipajang di zona ini.

Berikutnya, menuju Gangster Town akan membawa kita ke negara Amerika kuno. Akan ada banyak jenis kendaraan retro dari Amerika dan masih berfungsi.

Sementara untuk koleksinya, Museum Angkut punya Bell 47J Siwalet, nama helikopter pertama Presiden Soekarno yang didapatkan hasil negosiasi antara Presiden Soekarno dan Pemerintah AS untuk membebaskan agen CIA.

Kini, helikopter tersebut dipamerkan di Museum Angkut. Ada juga mobil kepresidenan atau yang digunakan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno.

Apabila ingin merasakan sensasi berfoto di pelabuhan dagang era 1800-an, bisa coba ke zona Batavia di Museum Angkut. Lalu, saat melewati zona Pecinan, pengunjung akan diarahkan menuju kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa di zona Batavia.

Sepanjang jalan, akan terlihat banyak truk-truk barang dari tahun 1940-an dan 1950-an. Selain pelabuhan, di sebelah kiri juga terdapat Batavia Magazijn, kantor berita dan koran pada jaman Belanda di Indonesia. Nuansanya dibuat seperti bangunan tua pada masa lalu.

Museum Angkut tak hanya menyimpan alat angkut dengan mesin, namun juga alat angkut tradisional dari Indonesia seperti cikar dari Tuban. Cikar merupakan salah satu alat transportasi tradisional bagi para petani di zaman dahulu sebelum kendaraan mesin muncul.

Selain digunakan sebagai alat transportasi, cikar juga digunakan oleh para petani untuk mengangkut hasil panen, mengangkut pupuk, hingga rombongan.

Saat ini, cikar masih bisa ditemukan pada sebagian besar petani yang ada di Desa Wadung, Kecamatan Jenu kabupaten Tuban, sebagai alat transportasi menuju sawah dan ladang.



Simak Video "Uji Nyali Meluncur Seru dari Ketinggian Bermain Flying Fox, Kota Batu"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/sun)