Kata Bima Sakti Usai Persela Ditahan Imbang 10 Pemain Deltras FC

Kata Bima Sakti Usai Persela Ditahan Imbang 10 Pemain Deltras FC

Eko Sudjarwo - detikJatim
Minggu, 11 Okt 2026 19:20 WIB
Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti
Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti (Foto: Istimewa)
Lamongan -

Persela Lamongan gagal melanjutkan tren kemenangan setelah hanya bermain imbang saat menjamu Deltras FC dengan skor 1-1. Pelatih Persela Bima Sakti mengaku kecewa karena timnya gagal merebut 3 poin.

Laga pekan kelima lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 Persela vs Deltras FC digelar di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/10/2026). Laga ini dipenuhi 11.200 penonton.

Pada babak pertama menit ke-37, Deltras harus bermain dengan 10 pemain. Ini setelah I Komang Ananta Krisna Putra diganjar kartu merah usai menyikut Hambali Tholib.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski unggul jumlah pemain, Persela tak mampu menjebol gawang Deltras. Gol yang kemudian datang melalui penalti Juninho Cabral pada menit ke-54. Namun pada menit 88, Deltras mampu menyamakan kedudukan yang dicetak Achmad Dwi Firmansyah.

Skor 1-1 bertahan hingga laga tuntas. Tren positif dan target Persela merebut poin penuh pun sirna di kandang sendiri. Bima Sakti pun mengaku kecewa dengan hasil imbang ini.

ADVERTISEMENT

"Ya pasti kecewa karena kita sudah leading, kemudian mereka juga kurang orang. Tapi saya sampaikan ke pemain, ini bukan akhir dari segalanya, kompetisi masih panjang," kata Bima usai pertandingan.

Bima menilai Persela mulai kehilangan intensitas permainan setelah unggul melalui penalti. Padahal, menurutnya, tim tuan rumah seharusnya semakin menekan pertahanan Deltras karena unggul jumlah pemain.

"Setelah gol penalti tadi agak sedikit kendor. Karena kita main di kandang dengan mereka kurang orang, otomatis kita harus lebih menekan. Walaupun tadi ada beberapa peluang juga, mungkin memang belum rezekinya," jelasnya.

Meski demikian, Bima mengaku tetap mensyukuri satu poin yang diperoleh oleh timnya. Ia juga meminta kepada pemainnya agar kembali fokus menatap laga berikutnya.

"Kita tetap bersyukur, alhamdulillah kita tidak kalah, masih tetap satu poin. Artinya kita masih menjaga asa untuk bisa bangkit lagi di pertandingan berikutnya melawan RANS," ujarnya.

"Semoga ini menjadi evaluasi buat kami, karena ini mungkin cara Allah untuk mengingatkan kami bahwasanya kami bukan tim super, bukan tim yang sempurna," tuturnya.

Di kubu lawan, pelatih Deltras FC Leonard Tupamahu mengaku bersyukur timnya mampu membawa pulang satu poin dari markas Persela. Dia menilai pertandingan tersebut menjadi ujian berat bagi timnya, terlebih Persela tampil dengan dukungan penuh suporter.

"Pertandingan pasti akan berat, ini derbi Jatim. Kita tahu Persela tim yang bagus, mereka belum pernah kebobolan, mereka selalu menang di empat pertandingan, ada pemain ke-12 mereka di belakang mereka," kata Leonard.

Leonard mengakui Deltras kesulitan keluar dari tekanan Persela pada awal pertandingan. Timnya sempat berusaha memanfaatkan kesalahan pemain belakang tuan rumah, tetapi peluang yang diperoleh belum berhasil dikonversi menjadi gol tambahan pada babak pertama.

Memasuki babak kedua, Deltras menghadapi situasi semakin sulit setelah harus bermain dengan 10 pemain. Tim pelatih kemudian memilih memperkuat pertahanan dan mengandalkan serangan balik untuk mencari kesempatan mencetak gol.

"Yang paling masuk akal kita bermain seperti itu, cuman defense, defense, terus mengharapkan counter attack. Puji Tuhan kita bisa dapat di akhir-akhir laga," ujarnya.

Leonard menilai satu poin dari Surajaya sangat berarti bagi perjalanan Deltras di kompetisi musim ini. Dia juga mengapresiasi kerja keras para pemain yang tetap berjuang hingga pertandingan berakhir.

Hasil imbang tersebut sekaligus menjadi pencapaian tersendiri bagi Deltras karena berhasil menjadi tim pertama yang membobol gawang Persela setelah Laskar Joko Tingkir mencatatkan empat kemenangan tanpa kebobolan.

"Saya selalu percaya, saya selalu berusaha berpikir positif, terutama kepada para pemain saya. Itu juga ditanamkan di psikologi yang kita punya di tim. Jadi kita selalu percaya bahwa kita mampu memenangkan pertandingan, kita mampu membobol gawang lawan," jelasnya.

Selain mengapresiasi perjuangan timnya, Leonard memberikan pujian kepada pendukung Persela yang memenuhi Stadion Surajaya. Menurutnya, atmosfer pertandingan tersebut menjadi pengalaman berkesan bagi dirinya.

"Saya juga mengucapkan respect yang sebesar-besarnya kepada penonton pada hari ini. Mereka datang penuh dan juga support penuh tim Persela. Menurut saya ini luar biasa, atmosfer yang jarang saya dapetin di sepak bola Indonesia," tuturnya.



(ihc/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads