Partai final turnamen sepakbola Bupati Cup Pasuruan yang mempertemukan Kejayan FC vs Kraton FC di Lapangan Pandaan, Selasa (29/9/2026) sore berakhir ricuh. Laga yang sejatinya berlangsung sengit itu diwarnai aksi kerusuhan hingga penjarahan pagar pembatas lapangan oleh oknum penonton.
Berikut fakta-fakta insiden memalukan di final Bupati Cup Pasuruan:
1. Kejayan FC Sabet Gelar Juara
Pertandingan final awalnya berjalan seru dan lancar. Setelah babak pertama bertahan tanpa gol (0-0), Kejayan FC akhirnya berhasil memecah kebuntuan lewat gol pada menit ke-55. Skor 1-0 bertahan hingga laga usai dan memastikan Kejayan FC keluar sebagai juara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Suporter Masuk Lapangan dan Bentrok
Kericuhan pecah sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Ketidakpuasan atas hasil pertandingan memicu penonton menerobos masuk ke dalam lapangan. Gesekan antarsuporter tak terhindarkan hingga situasi memanas dan berujung tawuran massal.
3. Petugas Keamanan Kewalahan
Aparat keamanan yang bersiaga di lokasi berupaya meredam emosi massa. Namun, jumlah penonton yang membludak dan tak terkendali membuat petugas kewalahan menghalau aksi saling lempar batu hingga kembang api di dalam area lapangan.
4. Panitia Pelaksana Jadi Korban
Kericuhan tersebut menelan korban luka. Dalam rekaman video yang beredar, seorang panitia pertandingan harus dievakuasi menggunakan tandu akibat terkena lemparan batu di bagian pelipis hingga membutuhkan perawatan medis.
5. Seremoni Penyerahan Piala Ditunda
Akibat kondisi lapangan yang chaos, panitia memutuskan membatalkan seremoni penyerahan piala dan hadiah di lokasi. Pengumuman penundaan disampaikan langsung melalui pengeras suara.
"Pemberian hadiah ditunda, dan akan dilaksanakan bersamaan dengan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila," ujar panitia melalui pengeras suara.
6. Pagar Besi Pembatas Lapangan Dijarah Penonton
Di tengah kekacauan, aksi penjarahan turut terjadi. Puluhan oknum penonton terekam kamera nekat mencopot dan membawa kabur sejumlah pagar besi pembatas lapangan. Hingga kini belum diketahui identitas maupun asal warga oknum penjarah tersebut.
