Derby Jawa Timur antara Arema FC dengan Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan berakhir imbang 1-1. Pelatih Marcos Santos menyebut Tim Singo Edan belum beruntung di pekan ketiga lanjutan Super League.
Marcos menyebut timnya sebenarnya memiliki banyak peluang untuk mengamankan kemenangan, terutama setelah tampil lebih baik pada babak kedua. Namun, berbagai peluang yang didapat belum mampu dikonversi menjadi gol kemenangan.
"Kami menciptakan banyak peluang di babak kedua, tetapi sekali lagi, ini derby, ini sulit, ini berat. Kami ingin memberikan kemenangan ini untuk Aremania, tetapi hari ini belum rezeki," ujar Marcos, Jumat (18/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marcos mengakui Arema FC kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama. Persik mampu menguasai lini tengah dan memberikan tekanan yang membuat Singo Edan lebih banyak bertahan.
"Ini adalah pertandingan derby. Kami tertekan di babak pertama, mereka bermain lebih baik dari kami, mereka menguasai lini tengah," kata pelatih berkebangsaan Brasil itu.
Situasi berubah setelah turun minum. Marcos melakukan evaluasi bersama para pemain dan meminta Arema memperbaiki sejumlah persoalan yang terlihat pada babak pertama.
Hasilnya, permainan Singo Edan jauh lebih agresif dan mampu menciptakan sejumlah peluang.
"Kemudian di babak kedua kami berbicara dengan para pemain, jadi kami memperbaiki masalah-masalah tersebut. Di babak kedua kami bermain jauh lebih baik. Arema layak mendapatkan babak kedua, kami menciptakan banyak peluang," ungkapnya.
Salah satu peluang emas Arema datang melalui Marcos Vinicius yang melepaskan tembakan dan hanya membentur tiang gawang.
Sementara gol yang dicetak Maia juga sempat membuat Arema berharap berbalik unggul, tetapi dianulir karena berada dalam posisi offside.
"Kami akan terus bekerja, berbenah, dan mungkin di pertandingan berikutnya kami bisa meraih tiga poin," tegas Marcos.
Sementara gelandang Arema FC Raianderson da Costa Morais alias Careca juga menilai permainan tim Arema FC mengalami peningkatan signifikan pada babak kedua.
Menurutnya, Persik memang mampu mengendalikan penguasaan bola, tetapi tidak banyak menciptakan peluang berbahaya.
"Di babak kedua, seperti yang dikatakan pelatih, kami bermain sangat baik. Kami menciptakan semua peluang, tetapi sayangnya kami tidak bisa menang. Sekali lagi, derby adalah derby, ini pertandingan yang sulit," ujar Careca terpisah.
(auh/abq)
