Pelatih Arema FC Marcos Santos membantah anggapan lini pertahanan timnya lemah. Namun, dia mengakui masih ada yang perlu dibenahi, terutama konsentrasi pemain saat pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Sorotan terhadap pertahanan Arema FC muncul setelah hasil imbang 3-3 melawan PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Minggu (13/9/2026). Singo Edan sempat unggul 0-2 dan kemudian 1-3, tetapi PSM mampu menyamakan kedudukan hingga laga berakhir.
Marcos menilai, hasil tersebut bukan semata-mata menunjukkan lemahnya lini pertahanan Arema FC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak setuju jika pertahanan kami dianggap lemah. Pada laga pertama, kami tidak kebobolan," ujar Marcos kepada wartawan, Kamis (17/9/2026).
Pelatih berkebangsaan Brasil itu pun mengungkapkan telah melakukan pembenahan di sektor pertahanan Arema FC. Terutama ketika memasuki laga akan berakhir.
"Tentu kami harus terus membenahi diri, terutama dalam hal konsentrasi di menit-menit akhir," tegasnya.
Marcos menyebut, gol yang membuat PSM menyamakan kedudukan pada laga sebelumnya lebih berkaitan dengan fokus pemain. Hal tersebut menjadi evaluasi tim sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
"Pada pertandingan terakhir yang berakhir 3-3, kami kebobolan di detik-detik akhir pertandingan. Ini lebih kepada masalah fokus bertanding," bebernya.
Menurut Marcos, para pemain telah digembleng agar mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir. Selain itu, Arema juga diminta tetap memaksimalkan peluang untuk menambah gol.
"Jika saja saat unggul 3-1 kemarin (lawan PSM Makassar) kami bisa memaksimalkan peluang menjadi 4-1 atau 5-1, narasi tentang 'pertahanan lemah' ini mungkin tidak akan dibahas. Kami akan terus bekerja keras untuk tampil lebih baik besok," terangnya.
Marcos sendiri mengaku telah menyiapkan tim sebaik mungkin untuk menghadapi Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan pada Jumat (18/9/2026), sore.
"Kami sangat fokus, jadi setiap kali ada kesempatan untuk mempersiapkan tim, itu sangat bagus. Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sangat penting karena ini adalah laga derbi. Semua orang mengetahuinya," ucapnya.
Sementara itu, kiper Arema FC Muhammad Ady Satryo mengaku akan lebih agresif dalam memberikan teguran kedisiplinan pemain belakang. Hal ini untuk menghindari kondisi yang sama ketika melawan PSM Makassar akhir pekan lalu.
"Pada pertandingan kemarin, di menit-menit akhir kami berusaha bertahan dengan skema low block untuk mengamankan poin. Namun, kami justru kebobolan, dan itu juga menjadi bagian dari tanggung jawab saya," ujar Ady terpisah.
"Ke depannya, saya harus lebih aktif berkomunikasi dan lebih berani mengingatkan atau menegur teman-teman pemain di lini belakang," pungkasnya.
