Komitmen kepolisian dalam menjaga kedamaian dan kondusivitas sepak bola Jawa Timur terus dibuktikan. Kapolresta Malang Kota Kombes Danang Setiyo Pambudi Soekarno bersama Dirintelkam Polda Jatim Kombes Bondan Witjaksono mempertemukan perwakilan Aremania dan Bonek.
Langkah ini difasilitasi oleh Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono melalui forum silaturahmi dan dialog di Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Pertemuan yang dihadiri oleh 25 perwakilan Bonek dan 30 perwakilan Aremania tersebut digelar sebagai respons cepat pascakericuhan perayaan HUT Aremania di Sukorejo.
Forum ini membuahkan kesepakatan krusial, yakni penanganan hukum akan difokuskan secara tegas kepada individu pelanggar aturan, bukan dibebankan kepada kelompok suporter secara keseluruhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Momen ini sekaligus menjadi wujud nyata dari pernyataan Kombes Danang Setiyo Pambudi Soekarno jelang perayaan momentum HUT Arema FC sebelumnya.
Danang menegaskan bahwa rivalitas sengit antara Aremania dan Bonek seharusnya hanya berlangsung selama 90 menit di dalam lapangan, bukan bertransformasi menjadi permusuhan di tengah kehidupan bermasyarakat.
"Bonek dan Aremania adalah saudara sesama warga Jawa Timur. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memutus rantai permusuhan dan tidak mewariskan dendam kepada generasi berikutnya," kata Danang kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).
Danang menambahkan, upaya menciptakan perdamaian tidak akan cukup jika hanya mengandalkan imbauan semata.
Menurut Danang, jalur komunikasi langsung antara tokoh suporter hingga tingkat akar rumput menjadi kunci utama untuk membuka ruang saling memahami sekaligus membendung provokasi liar di lapangan.
"Rivalitas harus tetap berada di lapangan. Di luar lapangan, kita harus menjaga persaudaraan dan keamanan Jawa Timur," ujar Danang.
Sejalan dengan hal tersebut, Dirintelkam Polda Jatim Kombes Bondan Witjaksono turut mengajak kedua kelompok suporter terbesar di Jawa Timur ini untuk menyatukan barisan demi menggaungkan semangat Jogo Jawa Timur.
Bondan menyoroti betapa besarnya pengaruh media sosial yang rentan menyebarkan provokasi serta informasi yang belum terverifikasi.
"Tokoh dan komunitas suporter harus aktif mengingatkan anggotanya agar tidak mudah terpancing provokasi di media sosial. Mari bersama menjaga Jawa Timur tetap aman dan kondusif," tegas Kombes Bondan.
Upaya tegas penegakan hukum terhadap oknum pelaku kericuhan juga mendapat apresiasi langsung dari perwakilan Aremania, Dedi Arisandi, yang menilai langkah tersebut penting untuk memberikan efek jera.
Dukungan senada disampaikan oleh Tokoh Presidium Arema Bidang SDM, Tedi Kresna, yang menyambut positif penguatan ruang komunikasi ini.
Tokoh Bonek Pandaan Reza turut menyampaikan keprihatinannya atas insiden Sukorejo. Ia mendorong dialog di tingkat akar rumput agar senantiasa diperkuat sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai sebelum memicu gesekan sosial.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa sepak bola Jawa Timur siap melangkah ke arah yang lebih dewasa dan bermartabat. Melalui kolaborasi antara kepolisian dan elemen suporter, semangat Jogo Malang,
Jogo Jawa Timur diharapkan tidak sekadar menjadi jargon, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata demi persaudaraan dan keamanan bersama.
