Andrei Alba Kenang Laga Kontra Persebaya yang Disayangkannya

Andrei Alba Kenang Laga Kontra Persebaya yang Disayangkannya

Dimas Linang Jati Pratondo - detikJatim
Minggu, 26 Jul 2026 12:30 WIB
Andrei Alba (kanan) saat berduel dengan pemain Persebaya.
Andrei Alba (kanan) saat berduel dengan pemain Persebaya. Foto: Dok Persis Solo
Surabaya -

Mantan kapten Persis Solo, Andrei Alba, mengenang salah satu momen yang paling membekas selama membela Laskar Sambernyawa musim lalu. Laga kontra Persebaya di Stadion Manahan Solo, Sabtu (9/5/2026), menjadi pertandingan yang masih ia ingat hingga kini.

Pertandingan tersebut tuntas dengan skor 0-0. Untuk kubu Persis, laga itu begitu krusial sebab menjadi salah satu penentu perjuangan mereka untuk bertahan di Liga 1.

Laskar Sambernyawa kala itu tengah berupaya keluar dari ancaman degradasi. Namun, hasil imbang tersebut membuat mereka kian terdesak hingga akhirnya harus turun kasta pada akhir musim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di pertandingan itu, Alba baru ditampilkan pada 10 menit terakhir. Gelandang asal Brasil tersebut masuk sebagai pemain pengganti ketika tim mengalami kebuntuan. Sekalipun kesempatan bermainnya terbatas, Alba menerima keputusan tersebut dengan sikap profesional.

Gelandang asal Brasil tersebut mengakui laga kontra Persebaya menjadi salah satu pertandingan yang paling disayangkan. Dirinya merasa tidak bisa memberikan kontribusi lebih maksimal untuk membantu tim yang saat itu tengah berkejaran poin dengan Persibap dan Madura United.

ADVERTISEMENT

"Di pertandingan melawan Persebaya saya hanya bermain sekitar 10 menit. Ya, saya tidak banyak bermain," tutur Alba kepada detikJatim.

Alba kemudian menceritakan situasi sebelum pertandingan. Saat sesi latihan jelang laga, pelatih Persis saat itu, Milomir Seslija, sempat memberikan arahan khusus mengenai perannya dalam skema permainan.

"Jadi begini. Sebelum pertandingan Persebaya, saat sesi latihan resmi, Milo datang menemui saya dan berbicara dengan saya," terangnya.

Menurut Alba, Milo meminta dirinya untuk tetap menjaga posisi di lini tengah dan tidak terlalu sering naik membantu serangan. Sebagai gelandang yang bertugas menjaga keseimbangan permainan, ia memahami peran tersebut sebagai bagian dari kebutuhan tim.

"Dalam formasi kami, Milo berbicara kepada saya. Dia berkata, 'Kamu jangan naik. Kamu tetap di sini, di depan lapangan. Karena jika pemain melakukan kesalahan, kamu tetap berada di sini. Kamu tidak membuat pertahananmu kehilangan organisasi. Kamu mengatur permainan dari sini,'" papar Alba.

Alba mengatakan, dirinya berusaha menjalankan instruksi tersebut. Namun, menjelang pertandingan, ia mendapat penjelasan bahwa tim juga membutuhkan pemain yang lebih aktif membantu serangan.

"Tapi sebelum pertandingan Persebaya, dia berbicara kepada saya. Dia berkata, 'Oh, kamu jangan naik. Jangan naik. Kamu tidak punya tembakan ke target,'" ungkap Alba.

Alba kemudian menyampaikan pandangannya mengenai situasi tersebut. Ia merasa sudah menjalankan instruksi yang diberikan sebelumnya.

"Jadi pertanyaan saya adalah, 'Ya, saya tidak maju karena Anda yang berbicara kepada saya. Anda bilang jangan pergi, jangan naik,'" ujarnya.

Menurut Alba, Milo kemudian menjelaskan bahwa perubahan keputusan tersebut berkaitan dengan kebutuhan tim di pertandingan.

"Setelah ini, mungkin saya mengganti kamu karena pemain lain lebih banyak naik. Mereka punya tembakan. Itulah situasinya," kata Alba menirukan ucapan Milo.

Sebagai pemain senior dan kapten tim, Alba memilih menghormati situasi tersebut. Ia menegaskan tetap mengikuti keputusan pelatih.

"Saya menghormati keputusan itu. Dia adalah pelatih. Dia punya keputusan. Tidak masalah," ucap Alba.

Alba tetap menunjukkan sikap profesional kendati pandangan berbeda ada dalam benaknya. Ia menerima keputusan tersebut dan tetap menyuguhkan upaya terbaiknya.

"Tapi saya tidak setuju karena bagi saya situasi ini tidak benar. Tapi tidak apa-apa. Saya menerima pergantian itu," katanya.

Bagi Alba, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya bersama Persis Solo. Terlepas dari waktu bermain yang terbatas, ia tetap menempatkan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi.

"Saya pikir itu hanya terjadi kepada saya. Saya tidak melihat pemain lain mengalami situasi seperti itu," pungkasnya.

Kini, Alba tak lagi berseragam Persis usai kontraknya tidak diperpanjang meskipun tampil gemilang dalam musim debutnya di Indonesia. Ia tengah menunggu kepastian tawaran konkret dari klub lain untuk kompetisi mendatang.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads