Final Piala Dunia 2026: Bukan Sihir Messi, tapi Spanyol Mesin Presisi

Final Piala Dunia 2026: Bukan Sihir Messi, tapi Spanyol Mesin Presisi

Esti Widiyana - detikJatim
Minggu, 19 Jul 2026 12:40 WIB
Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat
Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Gelaran Piala Dunia 2026 telah memasuki babak final mempertemukan Spanyol melawan Argentina. Laga kedua tim ini diprediksi akan menyedot perhatian jutaan mata di penjuru dunia dan memantik berbagai ulasan analisis dari kedua tim.

Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Supangat menyebut final Piala Dunia 2026 adalah yang paling ideal. Sebab Spanyol berstatus juara Eropa sedangka Argentina adalah kampiun Amerika Latin.

Supangat menilai laga final Piala Dunia 2026 diprediksi bakal menjadi medan pertempuran taktik dan mental paling sengit dalam sejarah sepak bola kontemporer. Meski demikian, Spanyol diprediksi akan keluar sebagai juara jika didasarkan pada analisis bedah strategis menggunakan 25 tolak ukur komprehensif cetak biru tim juara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melihat 25 tolak ukur komprehensif yang merupakan cetak biru dari sebuah tim juara, prediksi final ideal antara Spanyol dan Argentina akan menjadi pertarungan taktik dan mental yang sangat sengit. Namun, jika harus memilih satu yang keluar sebagai juara dunia berdasarkan pemenuhan indikator secara paling maksimal, Spanyol adalah prediksinya," kata Supangat kepada detikJatim, Minggu (19/7/2026).

Menurut Supangat, terdapat empat pilar keunggulan utama yang membuat Spanyol jauh lebih superior ketimbang skuad Albiceleste. Pertama soal kualitas merata dan kedalaman skuad. Berbeda dengan Argentina yang secara psikologis masih kerap bergantung pada figur atau magis Lionel Messi.

ADVERTISEMENT

Sementara Spanyol tidak mengandalkan satu atau dua bintang. Lini belakang hingga depan memiliki kualitas pemain utama dan cadangan yang hampir tanpa celah. Hal ini dibuktikan dengan rekor baru kebobolan satu gol saat melawan Belgia di babak perempat final.

Kedua, kolektivitas dan kontrol ritme mutlak. Spanyol didefinisikan sebagai tim yang paling lengkap dan kompak. Gaya bermain berbasis penguasaan bola kolektif terbukti ampuh membuat lawan frustrasi sekaligus kelelahan fisik.

Ketiga, evolusi taktik transisi cepat. Spanyol modern tidak lagi sekadar memperagakan tiki-taka monoton. Sebaliknya, pasukan Luis de La Fuente ini telah berevolusi menjadi unit dengan transisi menyerang dan bertahan yang sangat cepat dengan memanfaatkan sayap eksplosif melalui Lamine Yamal dan Dani Olmo.

Keempat, manajemen fisik dan profesionalisme rotasi. Didukung kedalaman skuad yang luar biasa, rotasi pemain Spanyol berjalan sangat presisi. Hal ini membuat mereka mampu mempertahankan konsistensi performa dari fase grup hingga laga final tanpa penurunan intensitas.

"Spanyol diprediksi akan memenangkan duel dengan Argentina. Bukan karena faktor ikonik individu, melainkan karena menjelma sebagai sebuah unit mesin yang paling presisi, disiplin, dan adaptif di dunia," beber Supangat.

Skenario Laga dan Prediksi Skor Spanyol vs Argentina

Laga ini diprediksi akan berjalan ketat dan harus diselesaikan melalui babak perpanjangan waktu (extra time). Argentina bakal mencetak gol terlebih dahulu dengan memanfaatkan counter-attack cepat atau situasi bola mati (set piece).

"Kendati demikian, Spanyol dengan ketenangannya dinilai mampu menyamakan kedudukan lewat kerja sama tim yang rapi sebelum babak normal berakhir dengan skor 1-1," bebernya.

Pada babak tambahan, Spanyol akan banyak berbicara karena faktor kedalaman skuad dan kondisi fisik prima. Ketika para pemain Argentina mulai kelelahan akibat gaya main yang menguras fisik, pemain pengganti Spanyol diprediksi masuk tanpa menurunkan kualitas permainan.

Spanyol diprediksi mencetak gol penentu di paruh kedua babak perpanjangan waktu melalui skema transisi cepat. Strategi ini sekaligus menghindari drama adu penalti, di mana Argentina biasanya memiliki keuntungan psikologis dan kualitas penjaga gawang yang krusial. Prediksi skor akhir adalah 2-1 untuk kemenangan Tim Matador.



(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads