Cerita Argentina Nyaris Back to Back Juara di Piala Dunia 1990

Piala Dunia 2026

Cerita Argentina Nyaris Back to Back Juara di Piala Dunia 1990

Amir Baihaqi - detikJatim
Minggu, 19 Jul 2026 12:01 WIB
Diego Maradona dan Argentina di Final Piala Dunia 1990
Diego Maradona dan Argentina di Final Piala Dunia 1990 (Foto: Twitter @LANACION)
Surabaya -

Spanyol akan bentrok dengan Argentina di partai final Piala Dunia 2026. Berstatus sebagai juara bertahan, Lionel Messi kini tinggal selangkah lagi back to back atau juara lagi setelah di Piala Dunia 2022.

Menarik untuk ditunggu apakah Messi Cs bisa mewujudkannya. Sebab, Argentina juga punya cerita sama nyaris back to back saat era Diego Armando Maradona pada tahun 1990, namun berakhir pahit.

Cerita bermula saat Argentina merebut Piala Dunia 1986. Kala itu mereka mengalahkan Jerman Barat di Stadion Azteca, Meksiko dengan skor 3-2. Gol Argentina dicetak Jose Luis Brown, Jorge Valdano, dan Jorge Burruchaga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara Jerman Barat sempat membalas lewat Karl-Heinz Rummenigge dan Rudi VΓΆller. Argentina keluar sebagai juara dengan sosok Maradona yang menjadi kapten.

ADVERTISEMENT

Empat tahun berlalu, takdir mempertemukan kembali Argentina dan Jerman di partai final di Piala Dunia 1990 di Stadion Olimpico Roma, Italia. Argentina yang berstatus juara bertahan bertekad back to back.

Sebaliknya, Jerman Barat juga enggan dipecundangi dua kali juga tampil ngotot. Hasilnya laga berlangsung sengit dan keras. Wasit bahkan harus menguras 4 kartu kuning dan dua kartu merah.

Kerasnya pertandingan juga tak sebanding dengan jumlah gol. Sebab hingga babak pertama tuntas tak ada gol yang tercipta sebaliknya, laga semakin menjurus kasar.

Hingga tiba pada menit ke-85. Gol yang ditunggu pun tiba. Itu pun tercipta dari titik putih. Hukuman ini berawal saat Rudi VΓΆller yang mendapat umpan terobosan di kotak penalti ditekel Nestor Sensini.

Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Protes dilayangkan pemain Argentina, tapi wasit bergeming. Andreas Brehme kemudian maju sebagai algojo.

Tendangan Brehme sebenarnya sudah dibaca kiper Argentina Sergio Goycochea. Namun sepakan presisi Brehme meluncur deras di sisi kanan tak mampu dibendung Goycochea. Skor 1-0 untuk Argentina.

Setelahnya, pertandingan semakin keras. Bukan gol penyeimbang, malah wasit menghujani kartu, salah satunya Maradona yang ikut diganjar kartu kuning 87. Skor 1-0 bertahan hingga waktu normal dan tambahan habis.

Argentina pun gigit jari mengejar back to back menyamai rekor Italia pada tahun 1934 dan 1938, serta Brasil pada tahun 1958 dan 1962.

Nah kini, mampu kah di bawah era Messi, Argentina bisa mewujudkan back to back atau kembali juara setelah 2022, atau mengulangi cerita Maradona pada tahun 1990? Kita tunggu saja nanti dini hari.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads