Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur meminta pemerintah tegas dalam menyikapi maraknya perlakuan menyimpang seperti 'Boti' hingga LGBT. MUI Jatim menyebut di zaman Nabi Luth, kaum sodom sudah dimusnahkan Allah SWT.
"Pada masa lalu itu di eranya Nabi Luth, sudah nyata bahwa kaum Sodom kalau sekarang itu ada di wilayah Lembah Yordania, kawasan tua itu, dibinasakan oleh Allah karena mereka melakukan praktik-praktik LGBT sebagaimana sekarang ini," kata Sekretaris MUI Jatim KH Hasan Ubaidillah saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (8/7/2026).
Menurut Gus Ubed, pemerintah harus tegas dengan memberi sanksi seberat-beratnya kepada para pelaku LGBT. Sebab saat ini hukuman masih sebatas sanksi sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga kalau kemudian hari ini kita dapatkan fenomena LGBT itu sama dengan kaum sodom. Maka kita harus bersama-sama mencegah agar itu tidak meluas. Ini bukan merupakan sesuatu yang didiamkan, harus dicegah," jelasnya.
"Kalau bicara masalah sanksi, itu kan ada regulasi yang dilanggar. Maka sementara ini ketika belum ada ketegasan terkait dengan pelanggarannya, tentu masyarakat bisa memberikan sanksi yang sifatnya sosial seperti pengucilan, atau dijauhi dari komunitas masyarakat. Maka perlunya sanksi tegas dan regulasi yang jelas," tambahnya.
Gus Ubed mengaku pernah mendengar curhatan para LGBT di sosial media. Bahwa para pelaku LGBT merupakan perilaku bawaan sejak lahir.
"Mereka itu menganggap hal ini itu merupakan bawaan dari lahir, padahal ini bukan, bukan bawaan karena ini penyimpangan, sudah jelas nyata-nyata penyimpangan. Dan pada masa lalu, Allah SWT mengazab kaum Sodom yang melakukan LGBT seperti ini," jelasnya.
"Itu sudah cukup bahwa LGBT tidak boleh kemudian dilakukan. Maka sanksi yang paling tepat apabila hal-hal ini terjadi di lingkungan kita tentu harus dipidana, harus dilakukan sanksi secara tegas. Itu merupakan kejahatan yang harus jelas hukumannya. Maka gini, karena aturan-aturan regulasinya itu harus tegas juga melarang ini, maka masyarakat bisa untuk mensosialisasikan sementara bahwa ini merupakan penyimpangan-penyimpangan agama, penyimpangan-penyimpangan norma, penyimpangan yang harus dijauhi dan harus dihindari. Kalau secara agama tegas, itu haram itu, mutlak itu, dan itu dosa besar terkait dengan persoalan LGBT,"jelasnya.
"Kaum Sodom, kaum Sodom itu kan diazab oleh Allah SWT, kemudian ditenggelamkan ke ke dasar tanah. Buminya diangkat, ditenggelamkan ke dasar tanah. Itu. Dan itu merupakan apa? Dalam konteks saat ini, ada pembelajaran dan pengingat bagi kita semuanya bahwa LGBT itu adalah hal yang dilarang secara tegas oleh agama," tandasnya.
