Rakhmad Basuki hadir saat Madura United terkapar di papan bawah dan dibayangi ancaman degradasi. Ditunjuk sebagai pelatih interim di pertengahan musim, ia sukses menjelma menjadi juru selamat Sapeh Kerrab dengan membawa tim ini bertahan di kasta tertinggi.
Pada musim ini, dia dua kali mengemban amanat sebagai pelatih interim. Kepercayaan itu didapatkannya masing-masing setelah didepaknya Alfredo Vera dan Carlos Parreira dari kursi pelatih utama.
Panggung Rakhmad Basuki menuai banyak atensi pada kesempatan keduanya musim ini. Pasalnya, ketika ia ditunjuk kembali, Madura United tengah dinaungi sepuluh laga tanpa kemenangan bersama Carlos Parreira.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, kondisi tim cukup memilukan. Skuad Sapeh Kerrab tampil seolah krisis percaya diri. Mereka tampak inferior di hadapan lawan-lawan. Bahkan, lima pertandingan beruntun sempat dilalui tanpa menciptakan gol.
Di tengah keterpurukan itu, Rakhmad datang dengan satu misi: membangkitkan motivasi. Ia mengatakan hal tersebut sebagai kunci lonjakan performa Madura United di akhir musim.
Puncaknya, Rakhmad mengantar skuad Sapeh Kerrab memastikan diri tak terdegradasi pada laga pamungkas usai menang 2-0 atas PSM Makassar, Sabtu (23/5/2026).
"Bagi saya adalah mengangkat motivasi. Ketika tim ini selalu menderita kekalahan, mengangkat motivasi itu yang sangat berat. Membuat pemain bangkit kembali, percaya diri kembali bahwa mereka juga punya kualitas yang sama dengan tim yang lain itu tentu saja sangat berat," tutur Rakhmad Basuki selepas laga kontra PSM.
Sepanjang musim ini, Rakhmad memaparkan bahwa skuad Madura United sempat terdapat pertengkaran antar pemain saat latihan. Situasi tim yang saat itu sangat tertatih tentu menimbulkan frustasi bagi setiap penggawa.
Rakhmad merasa gejolak ini menjadi pengalaman berharga baginya. Sebagai pelatih, ia mampu menangani persoalan tersebut dan berhasil menyulap tim ini kembali tampil percaya diri.
"Belum lagi ada kejadian-kejadian yang menurut saya tidak boleh terjadi di latihan, kadang ada pemain bertengkar. Itu menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya," ungkapnya.
Manakala terjadi perselisihan di dalam skuad, Rakhmad berpesan kepada pemainnya untuk tetap menjaga keutuhan sebagaimana keluarga. Ia ingin setiap penggawa terus berjalan bersama demi menyelamatkan Madura United.
"Saya bilang kepada pemain bahwa kita adalah keluarga, kalian adalah teman, kalian adalah saudara di sini. Mari kita fokus sama tujuan kita," terangnya.
Setelah berhasil membawa Madura United bertahan di kasta tertinggi, Rakhmad menuntut klub untuk berbenah. Ia tak mau Sapeh Kerrab musim depan kembali terjebak di persaingan papan bawah.
"Kita tidak bisa seperti ini terus. Sudah dua musim kita bertarung di bawah hanya untuk bisa selamat dari degradasi. Kita harus menatap musim depan dengan baik, mempersiapkan dengan baik, dan harus dengan target yang jelas," pungkasnya.
