Pada Februari lalu, Pep Guardiola menyarankan penggawa Manchester City untuk menenggak caipirinha dan daiquiri usai kemenangan 2-1 atas Newcastle United. Ia ingin pemainnya tak terlalu tertekan persaingan gelar dan bisa sedikit lebih menikmati hidup.
Caipirinha adalah koktail khas Brasil berbahan cachaΓ§a, jeruk nipis, dan gula, sedangkan Daiquiri merupakan koktail Kuba berbahan rum putih, jeruk nipis, dan simple syrup. Caipirinha identik dengan budaya santai Brasil, sementara daiquiri lekat dengan tradisi bar klasik Kuba.
Dua minuman tersebut disarankan Guardiola kepada pemainnya agar sejenak lepas dari kepenatan kompetisi sebelum kembali bergegas menyongsong laga berikutnya. Semacam suatu cara untuk menyegarkan kembali benak penggawa Manchester City.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bilang kepada para pemain: 'Guys, yang harus kita lakukan adalah minum banyak caipirinha dan daiquiri selama tiga hari (libur) ini! Nikmati hidup. Dan setelah itu, lakukan tiga sesi latihan yang benar, dan pergi ke Leeds,'" kata Guardiola dilansir dari The Guardian.
Saat itu dan hingga kini, Manchester City terlibat persaingan sengit dengan Arsenal dalam memperebutkan gelar Premier League musim ini. Kedua tim tersebut hanya berjarak dua poin dan diprediksi akan berkejaran sampai pekan terakhir.
Tekanan perebutan gelar yang dialami Manchester City memiliki kemiripan dengan situasi yang dihadapi Madura United. Bedanya, Laskar Sapeh Kerrab tengah bersaing menghindarkan diri dari degradasi dengan Persis Solo. Kedua kesebelasan tersebut hanya berjarak satu poin.
Madura United lebih diuntungkan sebab berada di peringkat ke-15 dengan 32 poin. Tugas mereka di pekan terakhir adalah menang untuk mengamankan diri. Selain itu, posisi Sapeh Kerrab tak akan terkejar andai Persis gagal meraup poin penuh di markas Persita.
Namun, hasil dua laga terakhir menunjukkan bahwa Madura United seakan sedang dalam tekanan. Mereka menelan dua kekalahan beruntun dari Bhayangkara FC dan PSIM yang menyebabkan kepastian lolos dari lubang jarum harus ditentukan di pekan penutup.
"Kekalahan dari PSIM memang semakin menyulitkan kami, tetapi Madura United tidak akan pernah menyerah. Kami akan bertarung sampai akhir, apa pun hasil, siapa pun lawan," ujar pelatih interim Rakhmad Basuki usai takluk 2-1 di kandang PSIM Yogyakarta.
Setelah hasil buruk itu, Rakhmad membulatkan tekad untuk bertempur hingga tuntas. Ia berkeinginan kuat membebaskan Madura United dari belenggu degradasi.
"Kami tegaskan, Madura United berjuang sampai akhir demi bertahan dan menjaga kebanggaan rakyat Pulau Madura," tegasnya.
Pada laga pemungkas, Sapeh Kerrab akan menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (24/5/2026) pukul 16.00 WIB. Pertandingan itu akan menjadi penentu nasib Madura United.
Sebagaimana yang dituturkan Pep Guardiola pada para penggawa Manchester City, Madura United perlu untuk lebih enjoy pada situasi ini agar tak kembali terjungkal di laga krusial. Ini penting sebab mereka tampak tampil kurang nyaman pada dua laga sebelumnya.
Tentu setiap klub memiliki cara masing-masing dan Madura United tak harus melakoni pernyataan Pep. Tak perlu dengan caipirinha maupun daiquiri, yang terpenting adalah menjaga suasana tim tetap rileks jelang pertandingan hidup mati.
Satu pertandingan tersisa akan menentukan perjalanan panjang Madura United musim ini. Sapeh Kerrab mungkin saja terbebani tetapi mereka perlu sadar bahwa Persis Solo lebih terdesak pada situasi ini.
(auh/abq)
