Tendangan Kungfu Alberto Hengga Ternyata Dipicu Ucapan Rasis

Tendangan Kungfu Alberto Hengga Ternyata Dipicu Ucapan Rasis

Prihatnomo - detikJatim
Senin, 20 Apr 2026 19:54 WIB
Fadly Alberto Hengga di Timnas Indonesia U-17.
Fadly Alberto Hengga (Foto: detikcom/Jalu Pamuncar)
Surabaya -

Aksi brutal terjadi saat pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung versus Dewa United di Stadion Citarum Kota Semarang, Minggu (19/4) kemarin.

Pemain Bhayangkara U-20, Fadly Alberto melakukan tendangan kungfu ke arah pemain Dewa United U-20, dengan pihak manajemen memberi klarifikasi penyebab si pemain melakukan aksi demikian. Aksi membahayakan Fadly Alberto itu viral di media sosial, dan mendapat kecaman publik.

Manajer Bhayangkara U-20, Yongky Pandu Pamungkas, mengungkap pihaknya menyayangkan insiden itu terjadi di sepakbola usia muda. Namun, dia menuturkan berdasarkan keterangan Alberto, aksi brutal itu dipicu dugaan ucapan rasis yang diterima di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada pengakuan dari pemain terkait dugaan ucapan rasis yang memancing emosi," ungkap Yongky di Semarang, Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

"Dari pengakuan Beto (Fadly Alberto) sendiri, dia merasa ada perlakuan rasis terhadap dia. Dia dikatakan, mohon maaf, hitam atau apa segala macam. Sehingga dia merasa emosi dan meluapkan emosinya itu ke salah satu pemain di video viral itu. Tapi sebelum itu, pemain Dewa pun juga melakukan tendangan seperti yang dilakukan Beto," ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya menegaskan tidak membenarkan tindakan tersebut. Menurutnya, aksi itu tidak mencerminkan nilai sportivitas, terlebih dalam kompetisi usia muda.

"Sekali lagi kami tidak membenarkan tindakan pemain kami. Itu jelas tidak baik, apalagi ini level pembinaan," tegasnya.

Yongki juga menegaskan bahwa jajaran pelatih tidak terlibat dalam kericuhan, melainkan berupaya meredam situasi.

Bahkan, pelatih kiper timnya disebut turut menjadi korban saat mencoba melerai. Usai pertandingan, kedua tim sempat berkomunikasi dengan baik.

Meski demikian, pihak Bhayangkara memastikan akan melakukan evaluasi internal terhadap insiden tersebut, termasuk memberikan pembinaan kepada pemain yang terlibat.

"Saat ini kami melakukan evaluasi internal terlebih kepada pemain termasuk Beto. Kita tanya kenapa kamu seperti ini, kita ajak diskusi. Kita tetap akan memberikan pembinaan secara khusus, bagaimanapun juga itu pemain kami yang kami bina dari usia dini," jelasnya.

Sebelumnya, pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga, harus menerima konsekuensi serius usai menendang secara brutal penggawa Dewa United dalam ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20. Insiden tersebut berujung pencoretan dirinya dari skuad Timnas Indonesia U-20.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, langsung mengambil sikap tegas dengan menginstruksikan pelatih Nova Arianto untuk mencoret Alberto dari tim.

Alberto sendiri merupakan pemain muda asal Bojonegoro yang sebelumnya pernah memperkuat Timnas Indonesia U-17 dan U-20. Namun, kesempatan kembali membela timnas kini harus ia relakan akibat kebrutalan yang ia lakukan.

"Saya langsung sampaikan kepada Coach Nova untuk segera mencoretnya dari tim karena tidak bagus ada pemain yang bertingkah seperti itu," ujar Sumardji kepada detikJatim, Senin (20/4/2026).

Artikel ini telah tayang di detikJateng. Klik di sini.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads