Bhayangkara U-20 Sebut Tendangan Kungfu Fadly Alberto Reaksi Atas Ucapan Rasis

Bhayangkara U-20 Sebut Tendangan Kungfu Fadly Alberto Reaksi Atas Ucapan Rasis

Prihatnomo - detikJateng
Senin, 20 Apr 2026 16:55 WIB
Manajer Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20, Yongky Pandu Pamungkas saat ditemui di Semarang, Senin (20/4/2026).
Manajer Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20, Yongky Pandu Pamungkas saat ditemui di Semarang, Senin (20/4/2026). Foto: Prihatnomo/detikJateng
Semarang -

Aksi brutal terjadi saat pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung versus Dewa United di Stadion Citarum Kota Semarang, Minggu (19/4) kemarin. Pemain Bhayangkara U-20, Fadly Alberto melakukan tendangan kungfu ke arah pemain Dewa United U-20, dengan pihak manajemen memberi klarifikasi penyebab si pemain melakukan aksi demikian.

Aksi membahayakan Fadly Alberto itu viral di media sosial, dan mendapat kecaman publik.

Manajer Bhayangkara U-20, Yongky Pandu Pamungkas, mengungkap pihaknya menyayangkan insiden itu terjadi di sepakbola usia muda. Namun, dia menuturkan berdasarkan keterangan pemain, aksi brutal itu dipicu oleh dugaan perlakuan rasis yang diterima di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada pengakuan dari pemain terkait dugaan ucapan rasis yang memancing emosi," ungkap Yongky di Semarang, Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

"Dari pengakuan Beto (Fadly Alberto) sendiri, dia merasa ada perlakuan rasis terhadap dia. Dia dikatakan, mohon maaf, hitam atau apa segala macam. Sehingga dia merasa emosi dan meluapkan emosinya itu ke salah satu pemain di video viral itu. Tapi sebelum itu, pemain Dewa pun juga melakukan tendangan seperti yang dilakukan Beto," ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya menegaskan tidak membenarkan tindakan tersebut.

Menurutnya, aksi itu tidak mencerminkan nilai sportivitas, terlebih dalam kompetisi usia muda.

"Sekali lagi kami tidak membenarkan tindakan pemain kami. Itu jelas tidak baik, apalagi ini level pembinaan," tegasnya.

Yongki juga menegaskan bahwa jajaran pelatih tidak terlibat dalam kericuhan, melainkan berupaya meredam situasi.

Bahkan, pelatih kiper timnya disebut turut menjadi korban saat mencoba melerai. Usai pertandingan, kedua tim sempat berkomunikasi dengan baik.

Meski demikian, pihak Bhayangkara memastikan akan melakukan evaluasi internal terhadap insiden tersebut, termasuk memberikan pembinaan kepada pemain yang terlibat.

"Saat ini kami melakukan evaluasi internal terlebih kepada pemain termasuk Beto. Kita tanya kenapa kamu seperti ini, kita ajak diskusi. Kita tetap akan memberikan pembinaan secara khusus, bagaimanapun juga itu pemain kami yang kami bina dari usia dini," jelasnya.



(apu/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads