Lawatan ke Jawa Tengah dilakoni Persik Kediri guna menghadapi Persis Solo pada pekan ke-23 Super League 2025/2026. Dua tim dengan gaya main kontras ini akan berjibaku di Stadion Manahan, Solo, Minggu (1/3/2026) pukul 20.30 WIB.
Dalam kendali Marcos Reina, pendekatan bermain khas Spanyol dengan kombinasi umpan pendek diperagakan Persik Kediri di atas lapangan. Ditambah, kehadiran Jon Toral, Adrian Luna, dan Ernesto Gomez di paruh kedua memperkental corak matador di tubuh Macan Putih.
Pakem bermain Persik tak berubah di putaran kedua ini. Kedatangan beberapa pemain baru berfungsi untuk menunjang pola permainan yang diimplementasikan Marcos Reina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Persis Solo mengusung gaya main khas Eropa Timur yang mengandalkan pressing kencang, umpan direct, serta permainan fisik. Di tangan Milomir Seslija, setiap lawan dipaksa berlaga dalam intensitas tinggi oleh Laskar Sambernyawa.
Di paruh kedua ini, Persis Solo menampilkan eksistensinya dengan wajah baru. Perombakan skuad mereka lakukan atas keterpurukan yang dialami. Tercatat, hanya Zanadin Fariz dan Althaf Indie yang tak tergeser posisinya sejak putaran pertama. Sisanya, dominan Balkan.
Pola Permainan:
Persik berkecenderungan memainkan formasi dasar 4-3-3 yang seketika bisa berubah menjadi 3-4-3 atau 3-5-2 secara situasional. Bek sayap berperan vital dalam fleksibiltas pola permainan Persik.
Dua bek sayap Persik memiliki atribut permainan yang berbeda. Di kanan, Kiko lebih dominan kala bertahan. Dalam skema serangan Persik, Kiko jarang ikut naik karena bergeser menjadi bek tengah. Situasi Macan Putih bermain dengan 3 bek tengah.
Namun, Kiko akan absen karena akumulasi kartu. Peran dan posisinya mungkin saja diisi oleh Henhen Herdiana atau Vava Mario Yagalo.
Lalu untuk sektor bek kiri, berdiri Rendy Sanjaya. Ia menampilkan performa impresif dalam beberapa laga terakhir. Rendy memiliki olah bola yang cukup lengket, eksplosivitas, serta keuletan. Dalam situasi menyerang, ia sering naik jauh menopang Ezra Walian.
Di kubu tim tuan rumah, Persis memainkan formasi dasar 4-4-2 dinamis yang sewaktu-waktu bergeser ke 3-4-3 atau 5-2-3.
Keberadaan Dimitri Lima di sektor depan memberi variasi dalam formasi serangan Laskar Sambernyawa. Sisi kanan depan menjadi area dominannya.
Sementara di sektor pertahanan, Persis memiliki bek kanan yang berposisi natural sebagai bek tengah dalam diri Dusan Mijic. Meskipun berposisi asli bek tengah, namun ia cukup aktif melakukan overlap kala bermain di kanan.
Selain itu, Mijic sering masuk ke kotak penalti guna menciptakan numerical superiority atau unggul jumlah pemain. Dengan peran tersebut, Mijic telah mencatatkan 1 gol dan berulang kali memperoleh peluang emas di depan gawang.
Keistimewaan dan Titik Lemah:
Kelebihan Persik Kediri terletak pada poros lini tengah dan ketajaman 3 penyerangnya. Trio Imanol Garcia, Jon Toral, dan Adrian Luna cukup solid sebagai dinamo permainan. Kombinasi umpan dari ketiganya menciptakan banyak kreasi serangan yang mengancam gawang lawan.
Di depan, ketajaman Ezra, Enrique, dan Ernesto tak perlu dipertanyakan. Ketiganya telah menyumbang 17 gol bagi tim Macan Putih.
Persik Kediri memiliki PR besar di sektor pertahanan. Di tangan Marcos Reina, tim Macan Putih selalu kebobolan di setiap laga. Bahkan, gawang Persik jebol 21 kali dalam 9 pertandingan bersama pelatih asal Spanyol tersebut.
Di sisi tuan rumah, tak ada kemenangan bagi Persis Solo dalam 5 laga terakhir. Bahkan, sejauh ini, Laskar Sambernyawa baru mampu menang dua kali. Dalam dua kemenangan tersebut, semuanya diraih pada laga tandang.
Bermain di Stadion Manahan seakan memberi tekanan berlebih pada pasukan Milomir Seslija. Skuadnya tampak tak nyaman sewaktu bermain di kandang sendiri
Kelebihan dari tim ini terletak pada duet Andrei Alba dan Zanadin Fariz yang menjadi nyawa permainan Laskar Sambernyawa dengan suplai bola keduanya.
Selain itu, postur pemain Laskar Sambernyawa cukup dominan untuk memenangkan duel bola atas. Ditambah, banyak pemain Persis yang memiliki kecepatan dan kekuatan fisik mumpuni.
Transisi serangan dan skema bola mati bisa dimanfaatkan Persis Solo dalam laga nanti. Dengan kecenderungan Persik yang sering bermain dengan garis pertahanan tinggi dan lemahnya antisipasi set piece, kelebihan tim tuan rumah bisa menghajar Macan Putih kapan saja.
Pasca hasil imbang atas PSBS Biak pekan lalu, pertanyaan seputar taktik mengarah pada Milomir Seslija dalam konferensi pers. Ia mengatakan bahwa timnya tidak akan hanya bertahan setelah mencetak gol. Menurutnya, pressing perlu terus dilakukan untuk memenangkan laga.
"Bagi saya, pressing adalah cara untuk bermain," ungkap Milomir Seslija.











































