Persaingan di dalam skuad Persebaya Surabaya semakin ketat pada lanjutan BRI Super League 2025/2026. Pelatih Bernardo Tavares menegaskan tidak ada jaminan posisi utama bagi siapa pun, termasuk pemain muda maupun pemain yang lebih berpengalaman.
Kompetisi internal di tubuh Bajul Ijo kini terlihat semakin hidup, terutama untuk slot pemain U-23. Sejumlah nama seperti Toni Firmansyah dan Mikael Alfredo Tata yang sebelumnya cukup dominan, kini mulai mendapat persaingan serius dari pemain muda lain yang menunjukkan performa menjanjikan.
Salah satu yang mulai mencuri perhatian adalah Sadida Nugraha. Pemain muda tersebut beberapa kali dipercaya tampil sebagai starter dan bahkan sempat meraih predikat Man of The Match.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, nama lain seperti Dimas Wicaksono Putra Rahman, Moch. Ichsas Baihaqi, hingga Alfan Suaib juga mulai mendapat kesempatan bermain dan menunjukkan kontribusi untuk tim.
Di tengah meningkatnya persaingan internal, Persebaya juga melakukan perombakan komposisi pemain lokal dengan melepas Kadek Raditya, Rizky Dwi Pangestu, dan Rendy Oscario. Sebagai gantinya, manajemen mendatangkan Riyan Ardiansyah serta mempromosikan Ahmad Mujtaba Ilham Akbar dari akademi.
Tavares menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas persaingan di dalam tim.
"Kami butuh kompetisi di dalam skuad kami. Banyak pemain lokal keluar dan tidak ada yang datang. Riyan adalah solusi yang baik karena punya pengalaman," ujar Tavares.
Baca juga: Komdis PSSI Denda Persebaya Rp 25 Juta |
Meski begitu, ia mengakui kondisi fisik Riyan masih perlu ditingkatkan karena sempat tidak bermain dalam waktu cukup lama.
"Tapi dia sedang dalam masa jeda dan staminanya belum begitu baik, kami akan melatihnya. Saya ingin setiap posisi punya persaingan sehat," tegas pelatih asal Portugal tersebut.
Selain mendatangkan pemain berpengalaman, Tavares juga membuka peluang lebar bagi pemain muda dari akademi. Promosi Mujtaba menjadi salah satu bukti keseriusan Persebaya dalam membangun regenerasi pemain.
"Kami memantau U-20, U-18, U-16. Jika mereka menunjukkan mentalitas, kerja keras, dan keinginan berkembang, pintu tim utama terbuka," tandasnya.
(auh/hil)











































