Persela Lamongan menyatakan siap menyesuaikan diri dengan perubahan jadwal pertandingan selama bulan Ramadan. Pelatih Persela, Bima Sakti, menilai kick off malam hari bukan hal baru bagi skuad Laskar Joko Tingkir.
Menurut Bima Sakti, perubahan tersebut tidak menjadi kendala berarti bagi timnya. "Kalau pemain, saya kira sudah terbiasa. Mereka punya pengalaman main di bulan Ramadan, baik di Liga 1 maupun Liga 2. Jadi pola pertandingan malam itu bukan sesuatu yang asing," kata Bima Sakti kepada wartawan seusai latihan, Rabu (11/2/2026).
Meski demikian, Bima tidak menampik bahwa laga malam saat Ramadan tetap menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dari sisi kondisi fisik pemain yang harus berpuasa seharian sebelum bertanding.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasti berat karena habis puasa, tapi saya yakin semua pemain sudah tahu bagaimana menyiasatinya. Pengalaman mereka sangat membantu," ujarnya.
Untuk menjaga kebugaran tim, Persela melakukan sejumlah penyesuaian, terutama pada program latihan. Intensitas dan waktu latihan diatur agar tetap optimal tanpa menguras fisik pemain selama menjalani ibadah puasa.
"Kuncinya ada di adaptasi. Bukan hanya jadwal pertandingan, tapi juga latihan harus disesuaikan supaya kondisi pemain tetap stabil," jelas pelatih kelahiran Balikpapan tersebut.
Saat ini, Persela kembali memusatkan perhatian pada persiapan putaran ketiga kompetisi usai jeda singkat. Tim asal Lamongan itu dijadwalkan menjalani laga tandang menghadapi PSIS Semarang pada 15 Februari mendatang.
"Kita fokus lagi ke pertandingan berikutnya. Waktunya memang tidak panjang, tapi mudah-mudahan pemain bisa cepat kembali ke kondisi terbaik," ungkap Bima Sakti.
Selama kompetisi reguler, pertandingan biasanya digelar sore atau malam hari. Khusus pertandingan selama bulan Ramadhan, jadwal dimundurkan dengan kick off pukul 20.30 WIB.
(auh/abq)
