Salah satu pemain kelas wahid Indonesia Brian Ick tidak ingin kalah di kandang pada laga final Piala Asia Futsal 2026. Di laga final nanti, ia siap berjibaku tanpa beban melawan Iran.
Pemain berkaki kidal tersebut merupakan bagian penting dalam terukirnya sejarah Indonesia di Piala Asia Futsal 2026. Dengan manuvernya, ia amat lihai mengacaukan permainan lawan serta tajam dalam menjebol gawang.
Jelang laga final, Brian Ick menegaskan timnya tidak terbebani tekanan berlebih. Ia menilai status debutan di partai final justru membuat para pemain bisa tampil lebih lepas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk tekanan saya rasa tidak ada karena ini kali pertama Indonesia masuk ke partai final. Saya rasa tidak ada tekanan sama sekali," ujar Brian dalam konferensi pers jelang laga.
Brian juga menegaskan tidak ada pendekatan taktik khusus yang disiapkan secara personal untuk menghadapi Iran. Menurutnya, seluruh pemain berfokus penuh pada arahan pelatih Hector Souto.
"Saya rasa tidak ada taktik yang spesial. Saya hanya jalani apa yang Coach Hector perintahkan di ruang ganti. Saya hanya jalani itu," tuturnya.
Selain itu, Brian Ick tak ingin menanggung pedihnya kekalahan di kandang. Ia bermotivasi tinggi untuk mengalahkan Iran pada laga puncak di Indonesia Arena.
"Untuk memotivasi diri dan teman-teman, saya rasa kita punya rumah di sini. Saya dan teman-teman tidak ingin kalah di rumah sendiri," tegas Brian.
(irb/hil)
