Evan Dimas Didik Mental Anak-anak Kolaka Timur Lewat Sepakbola

Evan Dimas Didik Mental Anak-anak Kolaka Timur Lewat Sepakbola

Dimas Linang Jati Pratondo - detikJatim
Selasa, 03 Feb 2026 07:46 WIB
Evan Dimas Didik Mental Anak-anak Kolaka Timur Lewat Sepakbola
Evan Dimas Darmono sedang melakukan coaching clinic di Lapangan Al Bukhori, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Mantan pemain Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono, sedang melakukan coaching clinic di Lapangan Al Bukhori, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Ia mengajarkan sepak bola sekaligus menanamkan pendidikan karakter pada bibit muda dengan memadukan kebudayaan lokal di sana.

Menurut Evan, coaching clinic di Pesantren Al Bukhori, Kolaka Timur ini diadakan dalam rangka menanamkan karakter mental anak didik sekaligus menumbuhkan jiwa kesatria. Kegiatan ini dibuka dengan fun game bersama tokoh-tokoh Pesantren Al Bukhori, Kolaka Timur.

"Hari pertama itu ada fun game di sini, sama guru-guru, sama Pak Kyai, sama pendiri. Terus sorenya ada latihan, yang ditanamkan adalah membangun karakternya adik-adik, mentalnya adik-adik," tutur Evan pada detikJatim, Selasa (3/2/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan bahwa coaching clinic ini dilakukan dengan konsep yang diadopsi dari Sanggar Saraswati Nuswantara, tempat Evan Dimas bernaung.

"Jadi konsepnya itu kan konsep Sanggar Saraswati Nuswantara. Ya konsepnya adalah mengajari generasi muda menjadi manusia yang bermain bola. Bukan pemain bola yang bermain-main menjadi manusia. Nah itu yang dari Sanggar Saraswati Nuswantara dibawa ke sini. Itu sih poinnya," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Evan juga mengemukakan bahwa coaching clinic ini akan berlanjut di wilayah-wilayah lain. Ia menyampaikan bahwa ada tawaran untuknya untuk mengadakan hal serupa, salah satu opsinya adalah di Bali.

"Coaching clinic-nya banyak. Kemarin ada ditawari di Bali," ucapnya.

Metode pelatihan yang diajarkan pada anak-anak yang berpartisipasi dilakukan dengan mengadopsi konsep Sanggar Saraswati yang dipadukan dengan kebudayaan lokal. Konsep tersebut bertujuan untuk membina karakter dan mental anak-anak.

"Sebenarnya kan konsep dari Sanggar kan gak cuma mentok di bola. Globalnya bagaimana, pesepakbola bagaimana, mentalnya, budayanya. Lebih menanamkan ke mentalnya. Karakter mentalnya," jelasnya.

Evan menuturkan bahwa terdapat sekitar 60 orang anak antusias untuk turut serta dalam kegiatan ini.

"Sangat antusias sekali. Sangat antusias sekali. Jadi, bahkan kemarin latihan hari pertama itu udah senang. Hari keduanya mereka minta latihan lagi," terangnya.

Pendalaman kebudayaan lokal juga dilakukan oleh Evan Dimas. Hal tersebut diterapkan untuk memperkaya metode latihan sehingga ciri khas yang ada di wilayah tersebut dapat melekat pada anak didik yang ikut berlatih.

"Menggali kebudayaan lokal. Terus apa yang ada di sini itu dimasukkan ke dalam sepak bola di daerah sini. Jadi, tidak menghilangkan ciri khasnya setiap daerah ataupun setiap provinsi, gitu," tambahnya.

Evan Dimas berharap, dengan diadakannya coaching clinic ini dapat membantu pembinaan generasi muda agar menjadi individu yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

"Harapan saya kan sepak bola adalah bentuk media untuk mendidik generasi muda itu agar bermanfaat untuk masyarakat luas. Menggali potensi setiap anak agar bermanfaat untuk masyarakat luas, bermanfaat untuk bangsa. Jadi, bukan hanya mendidik segi tekniknya, tetapi bagaimana menanamkan karakter mentalnya, menanamkan jiwa ksatria," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads