Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Arema FC kembali mengingatkan para suporter agar tidak melakukan aksi psywar, meski berlangsung di luar stadion. Tindakan tersebut tetap masuk ranah pelanggaran dan berpotensi berujung sanksi bagi klub.
Ketua Panpel Arema FC Erwin Hardiyono menegaskan bahwa regulasi keamanan dan ketertiban pertandingan memiliki cakupan yang luas, tidak hanya terbatas pada durasi 90 menit di dalam stadion.
Erwin menekankan perlunya sosialisasi masif kepada seluruh pihak, termasuk para suporter, mengenai batasan psywar yang diperbolehkan dan yang dilarang.
"Kami perlu menyosialisasikan secara tegas bahwa aktivitas perilaku negatif yang berkaitan dengan pertandingan baik sebelum, sesaat, maupun sesudah laga. Meskipun terjadi di luar stadion, masih dianggap sebagai pelanggaran oleh regulasi," tegas Erwin kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Erwin mengimbau agar banyak pihak tidak lagi melakukan tindakan kontraproduktif yang justru membebani klub.
"Kami memohon kepada banyak pihak, termasuk oknum fans, untuk tidak mengulangi bentuk-bentuk psywar dengan cara yang merugikan klub," kata Erwin.
Pihaknya mencontohkan, peristiwa yang terjadi di hotel tim tamu beberapa waktu yang lalu. Meski di luar stadion, tindakan itu dapat berdampak sanksi bagi klub.
"Kejadian di hotel tim tamu ini adalah contoh nyata bagaimana tindakan di luar stadion tetap berdampak sanksi bagi Arema FC," tambahnya.
Ke depan, Erwin berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan, tidak hanya di area stadion tetapi juga di titik-titik vital terkait pertandingan.
Erwin menyebut, bahwa sanksi terbaru ini menambah daftar panjang hukuman yang diterima Singo Edan.
Selama putaran pertama Super League 2025/2026, Arema FC tercatat telah menerima 11 surat Komisi Disiplin dengan total denda mencapai ratusan juta.
Rinciannya adalah 9 sanksi ditujukan kepada Klub/Tim Arema FC, 2 sanksi ditujukan kepada Panitia Pelaksana Pertandingan.
Manajemen Arema FC berharap seluruh elemen suporter dan pihak terkait dapat menjadikan situasi ini sebagai titik balik untuk menciptakan atmosfer sepak bola yang lebih aman, tertib, dan kondusif, serta menghindarkan klub dari kerugian finansial akibat pelanggaran disiplin.
Simak Video " Menantang Nyali di Wahana Seru Drop Zone di Malang "
(auh/hil)