Kata Panpel Persik Soal Suporter Persib Bobol Pintu Stadion Brawijaya

Kata Panpel Persik Soal Suporter Persib Bobol Pintu Stadion Brawijaya

Andhika Dwi - detikJatim
Senin, 05 Jan 2026 23:37 WIB
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri, Tri Widodo
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri, Tri Widodo (Foto: Andhika Dwi/detikJatim)
Kediri -

Laga Persik kontra Persib diwarnai dengan aksi massa suporter tim tamu menjebol pintu stadion. Akibatnya, saling dorong antarapetugas dan supoter tak terhindarkan.

Laga antara Persik vs Persib berlangsung di Stadion Kediri Senin (5/1/2026) mulai 19.00 WIB. Dalam laga ini Persib ditahan imbang tim tamu dengan skor akhir 1-1.

Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persik Kediri, Tri Widodo mengakui sejumlah suporter Persib berulah denga membobol pintu masuk stadion.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tri menambahkan pihaknya sebenarnya telah melarang suporter tim tamu datang ke stadion. Sosialisasi dan surat resmi juga sudah dikirimkan kepada manajemen Persib serta tokoh-tokoh suporter Bandung.

ADVERTISEMENT

"Jangan datang, sudah kita kirim surat dan kita sosialisasi ke mereka. Tapi tidak tahu, tahu-tahu yang datang jumlahnya besar," kata Tri Widodo. Senin (5/1/2026).

Sedangkan terkait suporter Persib tak bertiket, Widodo menegaskan bahwa kabar tersebut tak benar. Ia menyebut suporter Persib bertiket. Ia menduga suporter Persib mendapatkan tiket dari komunitas yang ada di Kediri.

Namun begitu, ia mengakui ada kebocoran tiket, sebab dalam alokasi penjualan tiket tak ada kuota untuk suporter tamu yang memang dilarang datang.

"Saya juga tidak tahu kenapa suporter Bandung bisa dapat tiket utama sampai ratusan orang. Kemarin juga ada satu komunitas yang ketahuan menjual tiket. Ini akan kita panggil semua komunitas untuk evaluasi," tegasnya.

Menurut Widodo, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Pada laga sebelumnya melawan Persis Solo, sekitar 600 tiket diketahui berpindah tangan ke suporter tamu, yang jelas melanggar aturan.

"Ini tidak boleh. Sudah dua kali kejadian," katanya.

Widodo juga membeberkan, sebagian besar tiket yang didapat para suporter Persib juga banyak yang palsu. "Saat di-scan tidak bisa karena sudah terpakai. Akhirnya mereka memaksa masuk," jelasnya.

Panpel juga mengakui banyaknya tiket komplimen yang beredar dan diduga disalahgunakan. Padahal, Stadion Brawijaya hanya diizinkan menampung maksimal 5 ribu penonton sesuai hasil asesmen.

"Setiap big match pasti ribut soal tiket. Ini jadi evaluasi besar. Ke depan mungkin tidak pakai barcode lagi, bisa pakai gelang atau formula lain," imbuhnya.

Panpel Persik memastikan insiden ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang pada laga-laga besar berikutnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads