Arema FC harus menelan pil pahit saat menjamu Persita Tangerang dengan hasil kekalahan di kandang. Meski memiliki banyak peluang, tim Singo Edan tak berhasil mengeksekusinya menjadi sebuah gol.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menilai bahwa timnya tampil agresif sejak menit awal hingga laga berakhir. Bahkan, ia menyebut anak asuhnya punya 19 peluang sepanjang pertandingan menghadapi Persita.
"Semua tahu pertandingan ini bagus dari menit awal sampai terakhir terus kami ada 19 peluang. Saya sedih dengan hasil hari ini. Peluang banyak tapi tidak terjadi gol," kata Marcos saat konferensi pers, Selasa (30/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku sedih karena hasil akhir tidak mencerminkan jalannya laga yang mereka kuasai sepenuhnya. Kekalahan ini semakin menyakitkan karena Persita harus bermain dengan 10 orang.
"Kalau situasi seperti tadi kami harus kontrol pertandingan, kami kuasai bola 70% tapi transisi lawan harus di stop dan satu berbuah gol," ungkap Marcos.
Fokus menyerang yang terus dilakukan punggawa Arema FC justru menjadi bumerang. Marcos menyoroti kegagalan anak asuhnya dalam mengantisipasi transisi lawan hingga menjadi peluang dan berujung gol.
Kendati demikian, Marcos menolak anggapan timnnya meremehkan lawan yang hanya bermain dengan 10 orang hingga tidak bisa menghasilkan gol dari segudang peluang. Ia menyebut timnya sudah bekerja keras.
Kegagalan meraih poin penuh di kandang ini membuat posisi Arema FC di papan klasemen tertahan dan sulit untuk merangsek ke papan atas. Kekalahan ini pun memicu sinyal perombakan skuad.
Marcos mengisyaratkan akan ada evaluasi tim Singo Edan setelah dua pertandingan ke depan. Ia berencana melakukan pertemuan dengan manajemen untuk membahas performa pemain.
"Selesai dua pertandingan pasti akan ada meeting dengan pengurus, kalau ada yang tidak perform pasti ada evaluasi," tandasnya.
(dnp/abq)











































